Solo Menjadi Juara Kota Layak Huni. Kok Bisa?

    0
    232

    Kota Solo mendapatkan tingkat kepuasan sebesar 66,9% dari total responden sebagai kota yang layak huni berdasarkan survei Indeks Kota Layak Huni (Indonesia Most Livable City Index 2017) yang dilakukan di 26 kota dan 19 provinsi selama kurun waktu tahun 2017.

    Survei tersebut dilakukan oleh  Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) Indonesia, sebuah organisasi yang berfungsi sebagai wadah pembinaan, komunikasi, konsultasi dan koordinasi antar ahli Perencanaan Wilayah dan Kota, juga antara Ahli Perencanaan Wilayah dan Kota dengan ahli lainnya, lembaga masyarakat, swasta, pemerintah dan internasional.

    Survey ini berbasis pada pendapat warga kota mengenai kota tempat tinggalnya sendiri dari berbagai aspek misalnya: tempat ibadah, air bersih, pendidikan, fasilitas kesehatan, pangan, penataan PKL, dan transportasi.

    Solo bertahan di peringkat pertama setelah periode sebelumnya di 2014 juga memuncaki indeks dengan prosentase 69,38%.

    Apa saja sih yang menarik dari Kota Solo sampai dua kali berturut-turut menjadi kota yang paling layak huni? Menurut responden, peringkat pertama di indeks kelayakan adalah aspek panganan. Ini bener banget lho Wanderers, karena kuliner di Solo itu beragam banget! Dan enak-enak tentu saja.

    Kalau kamu belum pernah ke Solo, kamu harus mulai memasukkan kota ini ke daftar wajib destinasi travelling-mu di tahun ini. Selain kuliner yang dijamin memikat, ada berbagai destinasi lokasi wisata yang nggak kalah asyik. Nggak percaya? Coba cek beberapa referensi versi Wonderful Solo ini!

    Foto Mie Toprak Yu Nani

    Berbeda dengan ketoprak Jakarta yang menggunakan sambal kacang, ketupat dan bihun, ketoprak ala Solo –atau biasa disebut Bakmi Toprak- disajikan segar dengan kuah yang panas dan khas. Tambahan topping yang tersedia antara lain tahu-tempe goreng dan potongan jeroan daging sapi. Cocok dinikmati sebagai menu makan siang yang menyegarkan.

    Ada juga salah satu kuliner favorit Presiden Indonesia Joko Widodo yaitu kambing. Tentunya kambing yang sudah dimasak ya. Solo sendiri memiliki banyak sekali warung makan dengan beragam menu kambing. Nah, kalau andalannya Pak Jokowi adalah warung Sate Kambing Hj. Bejo yang terletak di Jl Sungai Sebakung No 10, Pasar Kliwon. Cita rasa dan penggunaan resep yang khas dari Hj. Bejo bakal bikin kamu jadi nggak kepengen ngelewatin kuliner andalan Presiden ini.

    Bingung mau bawa oleh-oleh khas Solo? Jangan khawatir, Serabi Notosuman hadir menjadi ikon oleh-oleh Solo. Selain Serabi Notosuman, di Solo banyak penjual serabi yang berjualan di pinggir jalan. Mau serabi yang kecil dan imut? Bisa pilih serabi di pinggir jalan Slamet Riyadi. Kalau kepengen serabi yang lebih besar dan tebal, bisa melipir ke daerah Notosuman.

    Foto Serabi Notosuman

    Sebagai kota paling layak huni, Solo juga menjanjikan tempat pariwisata yang aduhai indahnya. Beragam destinasi bisa menjadi pilihanmu jika ingin berkunjung ke Solo.

    Salah satunya adalah Kraton Kasunanan Solo yang berlokasi di Baluwarti, Pasar Kliwon. Harga tiket masuknya terjangkau koq, Rp.10.000,00. Kamu bisa banget enjoy di sini menikmati ragam budaya dan sejarah kota Solo dalam satu tempat. Kamu juga bisa menikmati pasir pantai di Keraton Kasunanan lho. Hayo, kamu tahu nggak pasirnya diimpor dari mana Wanderers?

    Foto Keraton Surakarta

    Kalau Wanderers pengen berwisata ke daerah yang sejuk-sejuk, bisa melancong sejauh 40 kilometer ke arah Timur kota Solo menuju daerah Tawangmangu. Udara yang sejuk dan wisata alam yang menarik bakal bikin kamu nyaman banget untuk berlama-lama di sana. Selain tempat wisata, Tawangmangu juga terkenal dengan kulinernya. Salah satu yang paling enak adalah Sop Buntut Bu Ugi. Sementara pulangnya nggak afdol kalo belum beli pisang Molen yang dijual di sekitaran pasar Tawangmangu.

    Foto Wisata Sekipan, Tawangmangu

    Wanderers hobi renang dan tertarik untuk menikmati suasana kolam yang nggak biasa? Sekitar 23 kilometer menuju Selatan dari kota Solo atau tepatnya di kabupaten Klaten, tersedia berbagai wahana untuk renang yang menyatu dengan alam. Umbul Manten menyediakan sensasi berenang dikelilingi dengan ikan dan air yang berasal dari mata air asli yang tentunya seger banget! Nah, kalau mau yang lebih besar dan cocok untuk renang bersama keluarga, Wanderers harus coba yang namanya Umbul Ponggok.

    Foto di Umbul Ponggok

    Terakhir, ada Festival Imlek sebagai bukti bahwa masyarakat Solo sangat menghargai keanekaragaman. Tidak hanya etnis Cina saja yang merayakan karena semua masyarakat bersatu dan berkumpul merayakan Imlek di Pasar Gede Solo. Kalau Wanderers sering melihat foto ratusan lampion di tengah kota, nah itu ada di Pasar Gede. Biasanya sebelum perayaan Imlek didahului dengan festival Grebeg Sudiro yang nggak kalah seru dengan perayaan di Pasar Gede.

    Foto Suasana Imlek 2018

    Jadi gimana Wanderes, masih belum tertarik juga ke Solo?

    Tunggu apalagi, ayo ke Solo!

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here