Solo 24 Jam Menari: Perayaan Hari Tari Dunia Lewat Olah Rasa, Raga dan Irama

0
102

Dansa yo dansa buat apa kau bermuram durja
Habis waktumu dengan percuma hati nelangsa buat apa
Dansa yo dansa carilah temanmu yang sebaya
Apalagi dia yang kau cinta jangan dicari yang tak ada
Ku disini kau disana ku menyanyi kau berdansa
Kau asyik dengan si dia tancap kiri trus kanan, asyik

Asyik ya lagunya Eyang Titiek Puspa, “Dansa yo Dansa”? Menari memang merupakan kegiatan yang menyenangkan, membuat suasana jadi asyik. Meghan Trainor pun di mancanegara punya lagu Better When I’m Dancing. Lagu ini juga mewakili bahwa dengan menari membuat duniamu jadi lebih asyik. Menari tidak kenal usia, tua muda jika ada irama ritmis akan dengan mudah menggerakkan bagian tubuhnya. Apapun jenis tariannya, lewat irama, rasa, dan gerak tubuh siapa pun dapat mengekspresikan dirinya.

Bicara tentang jenis tarian, di berbagai daerah di Indonesia terdapat tarian yang sangat bervariasi. Tiap suku dan daerah memiliki tarian khas daerahnya. Tarian dengan kisah, irama, busana, dan warna mewakili karakter masing-masing suku dan budaya di Indonesia.

Masih ingat pelajaran IPS di sekolah? Atau poster-poster yang terpampang di dinding sekolah? Ada beragam rumah adat, tarian adat, ataupun busana adat di seluruh Nusantara. Bahkan ada ‘buku sakti’ namanya RPUL (Rangkuman Pengetahuan Umum Lengkap) yang kerap kita hafalkan. Ingat gak hayo? Tari Bali apa aja? Tari Sunda? Tari Jawa? Uakeh yo

Hari Tari Dunia (World Dance Day), 29 April

Tahu tari Balet kan? Gerak ritmis yang identik dengan gerakan berjinjit ujung jari kaki dan berputar ini ternyata punya peran bagi dunia seni tari. Tarian dengan narasi drama yang serius setara dengan opera ini menjadi cikal bakal adanya World Dance Day. Kok bisa?

Awalnya seorang koreografer tari balet di Prancis era abad 18an yang bernama Jean-Georges Noverre tanggal kelahirannya diusulkan untuk dijadikan Hari Tari se-Dunia (World Dance Day), yaitu tanggal 29 April. Tarian karyanya Lettres sur la danse et les ballets yang diciptakan tahun 1760 merupakan karya yang paling menonjol di eranya hingga membuatnya dinobatkan menjadi Bapak Balet Modern. Pemilihan tanggal ini disetujui oleh Dance Committee of the International Theatre Institute 1982.

Tujuan Hari Tari Dunia untuk mengajak warga dunia berpartisipasi untuk menampilkan tarian negara mereka yang beragam. Sejak itulah, setiap tahunnya, seorang koreografer dan penari ternama diundang untuk menyampaikan sebuah pesan tari untuk dunia (International Dance Day Message).

Meskipun mulai gencar di tahun 2003, perayaan Hari Tari Dunia ini disambut positif oleh berbagai daerah di belahan dunia. Beragam penampilan tarian, pertunjukan tari, dan rangkaian acara untuk membuat seni tari di dunia agar makin dikenal dan dibanggakan. Masyarakat diharapkan lebih mengenal budayanya melalui pengenalan tarian daerah masing-masing, terutama anak-anak.

Solo 24 Jam Menari

Lewat perayaan Hari Tari Dunia, penampilan berbagai jenis tarian bisa kita saksikan dan nikmati. Tak ketinggalan di kota Solo. Event tahunan ini diselenggarakan di Institut Seni Indonesia (ISI) Solo pada 29—30 April 2017 pukul 06.00—06.00 WIB.

Solo 24 Jam Menari tahun 2017 bertema “Merayakan Migrasi Tubuh” dimeriahkan oleh ribuan penari dari berbagai kota di Indonesia, tiga empu tari I Nyoman Chaya (Bali), Rusini (Solo), dan Slamet Santosa (Magelang).

 

Sebagai penari yang nonstop selama 24 jam menari ada Danang Pamungkas dari Solo, Anter Asmorotedjo dari Yogyakarta, dan Asep Sulaeman dari Bandung. Beberapa panggung pun dipilih untuk penampilan kurang lebih 3.500 penari, dengan ratusan jenis tari yang tersebar di beberapa titik panggung di kawasan ISI Solo. Halaman Rektorat ISI Solo, Pendapa Ageng, Gedung Teater Kecil, Gedung Teater Besar, Lobby Teater Besar, Teater Kapal, serta Teater Terbuka dipilih sebagai venue perhelatan Solo 24 Jam Menari 2017. Menarik, bukan?

 

Selain penari nonstop 24 jam, terdapat pergelaran tari nonstop 24 jam, tari Keraton Nusantara, Sarasehan Budaya, Pergelaran Empu Tari, Pemutaran Dokumentasi Film Tari, Pameran Fotografi Seni Pertunjukan, Orasi, Budaya, Bazar, serta Pergelaran Opening dan Closing. Ada satu tarian istimewa yang ditampilkan adalah Pergelaran Whirling Dance (Tarian Sufi) melibatkan 200 penari dari Pekalongan. Wonderful ya?

Seru ya event dan pertunjukan di Solo? Mau tahu aneka event yang lainnya?

Referensi Sumber:

http://www.kompasiana.com/zulfaisalputera/harus-tahu-irama-gendang_57546140937e611d144f5ac2

Ayo ke Solo!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here