Pasar Kliwon, Kampung Arab-nya Kota Solo: Kampung Wisata Religi, Belanja dan Budaya.

0
311

Pernah bingung cari baju muslim, kurma, dan oleh-oleh haji? Berarti kamu belum kenal dengan satu daerah di Solo namanya Pasar Kliwon nih. Memang sih ada pasar tradisional di sini bernama Pasar Kliwon. Eits, tapi yang dimaksud Pasar Kliwon ini nama salah satu kecamatan di kota Solo yang bermukim masyarakat keturunan Arab. Julukan yang melekat sebagai Kampung Arab ini menyimpan beberapa keunikan lho.

Ada hal unik yang hanya bisa kamu temukan di Pasar Kliwon, Solo. Mau tahu? Ini dia!

  1. Ada Masjid Iconik di Pasar Kliwon, yaitu Masjid Assegaf dan Masjid Riyadh

Di Pasar Kliwon, ada dua masjid iconik nih Guys. Lokasi kedua masjid ini berada di jalur utama Pasar Kliwon yaitu di Jalan Kapten Mulyadi, dan berdekatan satu dengan yang lain. Keduanya kerap didatangi pengunjung untuk wisata religi dari berbagai daerah tidak hanya wisatawan domestik juga wisatawan mancanegara.

Masjid Assegaf

Masjid Assegaf terletak di depan Rumah Sakit Islam Kustati. Dari nama masjidnya saja, masjid ini merujuk pada nama salah satu fam atau marga di keturunan Arab. Meskipun begitu, masjid ini tidak hanya memiliki jamaah masjid dari golongan orang keturunan Arab saja. Para warga asli Solo (Jawa) membaur dengan warga keturunan Arab yang bermukim di kawasan Pasar Kliwon di masjid ini.

 Credit by Melani Ayu & Majelis Azzahir

Masjid Riyadh

Masjid Riyadh, masjid ini memiliki kekhasan arsitektur yang dibuat mirip dengan kawasan Arab. Terdapat pohon mirip kurma di depan masjid yang juga menjadi area citywalk.

Credit By Jamesdioabdi

Uniknya, kedua masjid ini istimewa bagi umat Muslim Solo Raya. Ada suasana Ramadan yang diburu dan dinanti-nantikan warga Muslim Solo Raya. Alunan ayat, qasidah, dan wirid khas Ramadan sangat terasa di sudut kota Solo ini, di Pasar Kliwon. Buka puasa dengan menu takjil yang disediakan di masjid ini, tarawih dengan 23 rakaat yang dimulai pada pukul 20.00 WIB, bahkan kamu yang hanya berniat ikut 8 rakaat juga bisa merasakan tarawih di masjid Assegaf. Satu lagi yang istimewa, seusai tarawih, akan disajikan kopi dalam cawan kecil, jadi tombo kantukmu dan siap melanjutkan ibadah atau i’tikaf berdiam diri di masjid ini.

Credit By Sholawat Yuk

Berbeda dengan di Masjid Assegaf, di Masjid Riyadh kamu bisa mengikuti sholat tarawih di sini, dan cukup menguji kekuatan imanmu. Kok bisa? Pasalnya, di sini selain 23 rakaat tarawih, dalam satu malam sholat tarawih dibaca 1 juz Alquran pada setiap malamnya. Jadi, jika kamu kuat ikut tarawih full tiap malam di masjid ini, kamu juga ikutan khatam Alquran sekaligus. Kelas berat memang di sini. Dimulai sekitar pukul 19.30 dan usai pada 23.00. Jika pengen merasakan suasana ramadan di sini, cobain tarawih keliling deh.

Penasaran dengan suasana Ramadan di Pasar Kliwon? Ayo ke Solo!

  1. Pusat Aneka Kurma dan Toko Oleh-Oleh Haji

Berbukalah dengan yang manis. Kalau yang manis belum ada, berbukalah dengan yang ada. Tapi kalau memang mau berburu yang manis-manis, berburu kurma, kamu bisa ke Pasar Kliwon Guys. Bulan puasa, nggak lengkap dong takjil buka puasanya kalau tanpa kurma.

Di sepanjang Jalan Kapten Mulyadi, Pasar Kliwon terdapat banyak toko yang menyediakan aneka kurma dan oleh-oleh haji. Tidak hanya satu toko saja, bisa terdapat puluhan toko yang menyediakan kurma grosir maupun eceran. Baik berupa toko maupun hanya melayani penjualan di rumah. Dari mulai toko di dekat lampu merah perempatan Pasar Kliwon hingga perempatan Baturono. Terang saja, lokasi ini diserbu banyak pengunjung. Kurma yang disediakan di toko sederet jalan raya Pasar Kliwon ini menyediakan serbaneka jenis dan variasinya. Tak jarang, kamu akan berhenti di lampu merah dan mendapati di sebelah motor atau mobil yang kamu kendarai ada motor yang membawa tumpukan kardus kurma. Grosir kurma di sini cocok banget Guys.

Credit By Aad Pradana

Salah satu toko kurma yang dibanjiri pengunjung yaitu toko Abbiyyu. Toko ini berada di deretan pedestrian citywalk Jalan Kapten Mulyadi 156, dan lebih dikenal dengan toko kurma ‘Mbak Diyah’. Toko ini sudah ada sejak tahun 1996. Beragam jenis kurma, baik dari Kurma Mesir, Tunisia, Iran, dan Saudi. Harga berkisar antara Rp35.000,- hingga Rp70.000,- per kilogramnya. Jangan khawatir, toko ini buka setiap hari pukul 09.00—17.00 WIB. Tak hanya kurma, ada pula sari kurma, kacang Arab, kismis, habbatussauda, air zam-zam, susu kambing etawa dan minyak zaitun.

Selain kurma, toko-toko di sepanjang jalan Kapten Mulyadi juga menjadi pusat berburu oleh-oleh haji. Di sini kamu bisa dapatkan aneka perlengkapan untuk haji dan umroh juga oleh-olehnya sekaligus. Bisa dalam bentuk paket, eceran maupun partai.

Mau jalan-jalan berburu suasana Ramadan di Pasar Kliwon, Ayo ke Solo!

  1. Penjual dan Rumah Produksi Rukuh (Mukena) serta Aneka Busana Muslim

Biasanya kamu punya anggaran khusus untuk belanja online atau belanja bulanan baju atau pakaian ya? Tapi gimana dengan rukuh atau mukenamu, hayo? Udah nggak diganti berapa lama? Itu yang kamu pakai hampir setiap hari untuk beribadah lho. Cari aja sekalian jalan-jalan di Pasar Kliwon. Banyak banget rumah produksi, distributor, agen grosir mukena yang punya kualitas yang bagus dan kece.

Credit by Mukena Solo

Jika kamu berniat menjadi reseller atau membeli dalam jumlah besar, produsen rukuh atau mukena juga busana muslim di Pasar Kliwon ini sangat banyak. Di beberapa daerah tersebar di Pasar Kliwon, kamu bisa temui toko maupun rumah produksi mukena yang biasa dipasarkan secara online maupun grosir. Distribusinya pun meluas di berbagai daerah. Dari mulai mukena Bali, mukena Saudi, dan mukena segala macam variasinya. Terang saja, karena di sekitar Pasar Kliwon, Semanggi, dan Kedung Lumbu terdapat banyak pabrik tekstil tersebar di beberapa titik.

Selain rukuh dan mukena, ada sarung juga. Lengkap! Dolan Pasar Kliwon aja deh.

  1. Kuliner yang akrab dengan all about Kambing

Masjidnya sudah, belanja baju sudah, berburu kurma sudah, cari oleh-oleh ada, makannya belum ya? Makan di kisaran Pasar Kliwon itu punya cita rasa timur tengah fusion alias campuran. Kalau di Solo biasa dengan cita rasa manis, di sini cita rasanya tak terlalu manis juga tak terlalu asin. Nah, di Pasar Kliwon ini lekat banget dengan kuliner all about Kambing.

Credit by Solo Info

Sate Kambing ada? Banyak. Banyak banget malah warung sate kambing. Sate Buntel, ada. Tongseng, Tengkleng, Gule, itu udah jadi sepaket sama warung sate kambing. Nasi goreng kambing, ada juga.

Credit by Farellozza

Kudapannya juga ada Kebab, ada Roti Konde, ada Sambosa, macem-macem. Susu kambing pun ada, Susu Kambing Ettawa, Yoghurt Susu Kambing. Komplit!

Credit by Kebab Baba Rafi

Credit by Sweethoney.id

Ada yang spesial nih Nasi Kabuli atau Kebuli, nasi goreng khas Timur Tengah dengan bumbu rempah istimewa. Kabuli dari kata Qabul (diterima) sering menjadi menu saat acara akad nikah di beberapa acara di Pasar Kliwon, dengan harapan segala hajat dapat terkabul. Tetapi, kini Nasi Kabuli sudah dikenal luas, dan masuk di beberapa lidah penikmatnya yang tidak hanya keturunan Arab saja.

 

Credit by Marakez Cafe

Kuliner di Pasar Kliwon pun sekarang mulai booming dengan format kafe atau resto. Ada Warung Marakez Café, ada Warung Orange, ada Kareema Catering, juga beberapa kafe shisha. Selain warung dan resto, terdapat juga bakery dengan cita rasa Pasar Kliwon, Kharisma Bakery, Amira Roti dan Kue, dan Anita Bakery.

Wis lah yo, Dolan ke Pasar Kliwon aja!

  1. Becak Berderet dalam Satu Sudut Gang

Kapan terakhir kali kamu naik becak? Hayo, pasti sudah lama nggak ngrasain serunya naik becak kan? Biasanya sekarang sudah gampang, tinggal gas naik motor atau mobil bisa keliling-keliling. Coba deh nostalgia naik becak di Pasar Kliwon. Kamu akan temui becak yang berderet di beberapa sudut gang di Pasar Kliwon.

Credit by Isma Yanti

Kalau mau keliling di area Pasar Kliwon, ada banyak becak yang mangkal di beberapa sudut gang. Khas becak Solo itu catnya merah, dan di Pasar Kliwon masih banyak becak yang standby di pinggir jalan. Pak Becak-nya pun ramah-ramah lho. Bahkan, beberapa dari mereka ini justru punya pelanggan khusus di kalangan ibu-ibu di Pasar Kliwon.

Credit by Hanifah Shahab

Pak Becak di Solo, khususnya Pasar Kliwon punya panggilan khusus bagi ibu-ibu yang tinggal di Kampung Arab-nya Solo. Wananten. “Diantar kemana, Wananten? Begitu pak Becak menyapa para pelanggannya untuk menghormati.

Tak hanya ibu-ibu saja, gadis-gadis keturunan Arab di sini pun kerap kita jumpai lebih memilih menggunakan becak sebagai transportasi utama. Hal ini bukan tanpa alasan, Guys. Kemudahan transportasi driver berbasis online belum cocok untuk menggantikan posisi becak di hati para wananten.

Pasar Kliwon Solo dikenal dengan kampung religius, berboncengan dengan non-muhrim membuat kemudahan transportasi berbasis online belum cocok di Pasar Kliwon. Tapi soal jajan, kemudahan mengantar barang, mengantar pesanan makanan, justru itu jadi primadona alternatif di kawasan ini. Hal ini pun tak menggeser posisi becak di Pasar Kliwon tetap eksis.

Yuk, muter-muter keliling Solo pakai becak!

6. Dialek Khas Medok-Pasar Kliwon yang Bakalan Nyantol Di Telingamu

“Ahlan! Bekheer?(Halo, apakabarmu? Baik-baik saja?)

Kheer, Alhamdulillah. Keif ente? Semua royyid to?” (Baik, Alhamdulillah. Kamu bagaimana? Semua baik-baik saja kan?

Alhamdulillaah, cuma rodok ta’ab ana nggarap tugas- tugas” (Alhamdulillah, cuma saya agak lelah mengerjakan tugas-tugas)

Rahat betul (Asik / menyenangkan sekali), Raksye (Seru), Ndak mufakat (Bukan main), Keke? (Gimana)

Asing ya dengan kata-kata itu? Sebenarnya sebagian bahasa itu merupakan bahasa Arab, Guys. Tetapi, benturan budaya etnis Arab dan Jawa di lingkungan Pasar Kliwon Solo ini membuat keunikan pula pada bahasa percakapan yang digunakan oleh masyarakat di lingkungan Pasar Kliwon.

Hadijah Rima dalam tulisan di blognya menuliskan beberapa contoh percakapan di atas yang digunakan masyarakat keturunan Arab di Solo. Curhatannya sebagai warga keturunan Arab di Solo ini potret yang nyata bahwa benturan budaya etnis Arab di Solo memang memiliki kekayaan dan keunikan yang istimewa.

(http://hadijahrima.web.ugm.ac.id/menjadi-keturunan-arab-di-indonesia-kasus-kasus-dilematis/)

Karena mayoritas di kampung Arab ini masyarakat keturunan Arab, di Pasar Kliwon ini kamu akan mendapati dialek atau bahasa khas medok-pasarkliwon. Terdengar unik, khas, dan menjadi identitas bagi masyarakat keturunan Arab yang tinggal di Solo. Bahkan beberapa penelitian tentang dialek maupun kesetiaan bahasa Arab di daerah Pasar Kliwon ini mampu menjadi daya tarik bagi peneliti bahasa di ranah akademis. Begitu juga dengan magnet istimewa bagi kekayaan budaya di Solo.

Makanya, ayo Guys mampir ke Solo!

7. Baju Gamis, Koko Putih Plus Peci Putih Sliwerandi Kawasan Pasar Kliwon

Kota Solo dikenal dengan kota yang majemuk dan pluralis. Meski beragam etnis, Solo selalu nyaman ditinggali dan didatangi. Tak ketinggalan dengan suasana Ramadan kental terasa di salah satu sudut kota Solo, tepatnya di Pasar Kliwon. Pasar Kliwon pun lekat dengan atmosfer masyarakat yang religius.

Sumber: ayuanriyani

Selain suasana yang islami, Pasar Kliwon juga terdapat beberapa tempat Majelis Taklim atau tempat berburu ilmu bagi sebagian besar warga Solo Raya.

Sumber: fuad_badjeber

Ada kawasan Majelis Ta’lim Ar-Raudhah. Kawasan ini berdekatan dengan masjid Riyadh. Wisata Religi di Masjid Riyadh ini juga tidak lepasdari berbagai acara baik pembacaan maulid, kajian dan majelis ilmu lainnya. Tak heran jika pemandangan berupa baju gamis, koko putih, plus peci putih sliweran di kawasan Pasar Kliwon.

Sumber: diyah.pu

8. Toko kertas segala macam kertas

Dahulu, saat aktif di media cetak kampus, saya kerapkali bersinggungan dengan dunia percetakan. Saat itu pula, saya baru menyadari bahwa di Pasar Kliwon ini kerap didatangi para kreator atau pelaku dunia publishing. Bisnis kertas di Pasar Kliwon ini cukup kuat. Dalam satu area di jalan utama Pasar Kliwon ini terdapat banyak toko kertas, segala macam kertas, dan serba-serbi yang berkaitan dengan kertas.

Jadi yang mau menikah, wahai para calon pengantin, di area Pasar Kliwon juga banyak sekali bisnis percetakan undanganlho. Barangkali bisa jadi vendor alternatif buatmu.Atau, kamu yang kuliah di bidang yang membutuhkan kertas dalam jumlah besar dan segala jenis variasinya, bisa merapat ke Pasar Kliwon. Kertas yang biasa digunakan dalam dunia percetakan di Solo Raya, kerap didapatkan di Pasar Kliwon.

9. Haul Solo

Tidak hanya di bulan Ramadan, Pasar Kliwon punya magnet istimewa bagi pengunjung atau wisatawan. Wisata religi di Pasar Kliwon ini terbesar saat adanya Haul Solo. Acara ini sangat besar menarik pengunjung. Bahkan Pemkot Solo menjadikan acara ini sebagai agenda Solo.

Sumber: aji_pamungkas69

Haul Solo adalah acara tahunan, mengenang jasa dan pemikiran salah seorang figur di Pasar Kliwon yaitu Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi. Beliau adalah seorang pengarang kitab Maulid Simtud Duror. Acara ini berlangsung selama tiga hari setiap 20 Rabiul Tsani. Ribuan pengunjung dari berbagai kota, provinsi, pulau, bahkan negara turut hadir untuk menghadiri acara ini.

Sumber: mrdodowikanto

10. Tarian Hajir Marawis dan Gambus

Di Pasar Kliwon, hampir sama dengan kampung Arab di berbagai daerah, kita akan menemui musik Gambus dan Tarian Hajir Marawis (Zapin). Musik Gambus di area Pasar Kliwon biasanya dihelat di berbagai acara pernikahan. Begitu juga Tarian Hajir Marawis atau Zapin, meski di Haul Solo juga terdapat hiburan ini, namun di beberapa acara spesial di Pasar Kliwon ada juga pertunjukan tarian ini. Tentu saja, atmosfer dan suasana Timur Tengah akan terasa jelas di saat dendang, ritme, hentak dan nyanyian hajir marawis serta gambus disenandungkan.

Sumber: muhbagir

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here