Home Blog Page 4

Pecel dan Sambel Tumpang Bu Kis: Kuliner Enak di Solo

0

Mau sarapan enak di Solo? Ada Pecel dan Sambel Tumpang Bu Kis. Di daerah belakang kantor Pengadilan Solo. Tepatnya di Jalan Gleges, Priyobadan Solo. Lokasinya tidak jauh dari THR Sriwedari, Hotel Dana atau Batik Danarhadi. Jadi jika sedang menyusuri kota Solo di area ini bisa mampir mencicipi kulinernya Solo, Pecel dan Sambel Tumpang Bu Kis.

Warung Nasi Pecel Bu Kis ini warung sederhana menyediakan Nasi Pecel dengan berbagai aneka lauk. Mulai Babat, Empal, Telor, Ayam hingga aneka jeroan makin menambah selera makan.

Sambel pecelnya di warung ini merupakan sambel khas cita rasa Solo. Tidak terlalu pedas, namun lebih dominan manis. Paduannya dengan sayur segar daun pepaya, bayem, kembang turi, kenikir, toge, dan kol disiram sambel kacang.

Menu lain yang juga istimewa ada Sambel Tumpang. Sambel Tumpang ini bukan sambel yang diolah dan disajikan dengan cobek, melainkan diolah menjadi sayur berkuah santan. Santan dimasak dengan tempe semangit, atau tempe yang hampir busuk. Wiiih kok gitu banget ya? Jangan salah kira dulu, tempe busuk yang dimaksud bukan tempe tidak layak konsumsi, tetapi tempe yang sudah terlihat agak menghitam dan berbau mirip terasi. Apalagi ada tambahan krupuk rambak yang dimasak bersama santan (cecek), sambel, dan tempe. Paduan yang endes. Katanya sih yang bikin enak dan istimewa ya bahan tempe semangit ini. Meski demikian, rasanya perlu dicobain, bakalan ketagihan malah.

Selain pecel dan sambel tumpang, ada juga menu kuliner khas kota Solo lainnya seperti Selat Solo, Gudangan & Trancam (urap khas Solo), dan Tahu Acar.

Cobain deh, bisa sarapan, brunch, atau makan siang. Warung Pecel Bu Kis ini buka jam 07.00—14.00 (Minggu libur).

Warung Pecel Bu Kis
Jl. Gleges, Priyobadan, Solo (belakang Pengadilan Negeri Solo)
Telpon: 0271 730645,
Buka 07.00-14.00

Jadi, kapan mau ke Solo?

Wonderful Solo, Ayo ke Solo!

Playground: Nongkrong Cantik di Wedangan Kekinian Solo

0

Sudah bosen sama makanan ala kafe? Pengen makan nasi kucing atau nasi bandeng, tapi tetap bisa nongkrong cantik? Ke Playground aja, bisa nongkrong di wedangan kekiniannya kota Solo. Wedangan ala suasana kafe. Ada menu apa aja ya kira-kira?

Wedangan di Solo adalah sebutan untuk warung pinggir jalan, biasanya hampir ada di setiap sudut kampung. Khas dengan gerobak dan lampu remang-remang. Menjual aneka panganan yang murah meriah, berjajar, dan jadi jajanan warga kampung. Biasanya warga Solo Raya kerap jajan dan sekedar nongkrong di wedangan. Menunya pun jadi hidangan istimewa kampung (HIK). Inilah yang membuat wedangan juga kerap disebut ‘HIK’. Di daerah Jogja atau tempat lain biasa menyebutnya ‘angkringan’ atau ‘kucingan’. Ya jelas jadi hidangan istimewa kampung, karena makan dengan uang Rp10.000 di kantong sudah bisa sombong karena bisa borong banyak gorengan dan sego kucing.


Tetapi, buat kamu yang pengen makan jajanan hidangan istimewa kampung kota Solo dan tetap pengen nongkrong cantik, bisa langsung cus ke Playground. Masih berada di lokasi hits cah enom’e Solo. Kampung Badran, tepatnya di Jalan Kenanga 163, Badran, Purwosari, Laweyan, Solo.


Nongkrong atau hang out dengan interior café yang asik. Digital corner pun disediakan buat kamu yang pengen cari inspirasi, cocok banget buat para pekerja seni atau pekerja yang membutuhkan kreativitas. Di Playground suasananya mendukung buat kamu yang tetap mau bekerja sambil mencari suasana baru. Pas banget sama slogan creative space (eat, talk, create), diskusi lanjut sket, bisa. Curhat terus lanjut ngetik tugas bisa juga, makanan tersedia pula bisa nyemil. Nggak cuma garap tugas kantor, kuliah atau sekolah nih. Cuma mau nge-game aja juga bisa.


Di Playground, kamu bisa nemuin menu nasi bandeng (sego kucing), nasi lada hitam, nasi teri, nasi rica bebek, nasi granat, dan aneka kudapan. Kudapannya sak maceme, dari mulai sate usus, sate telur puyuh, sate bakso, sate ayam, sate jamur, sate udang, sate cumi dan aneka sundukan lainnya. Menu gorengan juga bervariasi ada martabak, tahu bakso, tempe goreng, lauk segala macam buat temen sego kucing-mu.


Minumannya pun juga ada minuman ala wedangan, wedang jahe, wedang beras kencur, wedang tape, es juga sak macem’e. Dari tradisional sampai minuman ala café. Nyaman banget buat nongkrong cantik lah pokoke.


Ngomong soal harga, jelas beda dengan wedangan yang asli. Lebih mahal dikit dari wedangan, karena kamu bisa dapat double experience, makan enak dengan harga terjangkau, plus tempat nongkrong kece.


Tidak hanya menu ala wedangan, menu ala café juga ada. Ada aneka dessert, yang juga bisa kamu pesan. Pancake durian, Banana split ice cream, banana oreo, greentea frape, dan masih banyak lagi.


Buat kamu yang pernah cobain makan dan nongkrong di Café Tiga Tjeret, berarti kamu bisa tebak menu di Playground apa aja. Memang Playgrpund ini di bawah manajemen Café Tiga Tjeret. Sebelumnya, Playground bernama D’Badran. Fasilitasnya macem-macem. Wi-fi jelas, music stage perform juga ada, komputer untuk digital corner pun disediakan.


Tempat nongkrong ini banyak disambangi anak muda Solo, banyak juga komunitas yang sekedar kumpul kopdar, atau berkarya di sini. Asyik to?
Wonderful Solo! Ayo ke Solo!

Siap-siap Huh Hah Kepedesan ala Resto Killing Mie Solo

0

Ada satu spot foto asyik, makan dan nongkrong nih, namanya Killing Mie. Lokasinya di Jalan Kenanga no.22 Badran, Kota Barat, Purwosari. Mau tahu apa aja menunya?

Sesuai namanya, menu andalan di sini ada serba mie. Istimewanya di sini tersedia mie dengan level pedas bervariasi. Namanya juga Killing Mie, Guys. Siap-siap huh hah kepedesan deh.

Mie-nya ada Mie Godhok Kebab, Mie Bolognise, Mie Kari,Mie Karbonara, Mie Blackpaper, dan Mie Teriyaki. Nggak suka makan mie, jangan khawatir. Ada menu nasi juga.
Menu selain mie ada juga kok menu nasi goreng aneka rasa. Nasi Goreng Killing Me, Nasi Goreng Semrawut, juga Nasi Goreng Kebab. Oiya, fyi, menu nasi goreng dan mie goreng di Killing Mie disajikan untuk 2-3 orang lho.

Bocoran menu yang recommended nih. Ada Killing Mie Oyeng – Rp 14.000, French Fries Flavour – Rp 12.000, Cane Choco Cheese – Rp 20.000, Avocado Juice Rp 20.000. Menu tambahan dan snack ada macem-macem. Pangsit, kerupuk, Chicken Wings, Peanut Butter Jelly, Blueberry and Cheese. Resto ini untuk harga kisaran yang tetap ramah di kantong.

Killing mie ada beberapa tingkatan level dari 0-5. Killing mie oyeng, mie godhok, mie tom yam, mie kebab, dan bagi kalian yang kepengen makan selain mie juga disediakan lho disini, seperti menu nasi dan pizza. Cocok sama slogan restonya The best noodle resto in Solo deh.

Lokasinya juga tak jauh dari Solo Paragon dan Solo Grand Mall lho. Kalau mau mlipir, bisa cus ke Killing Mie di daerah Badran, Purwosari.

Jadi, nggak perlu bingung mau makan atau nongkrong dimana deh. Ke Killing Mie aja, cobain sensasi pedas makan mie di Badran, kampung hits kekinian deretan kafe dan resto kota Solo.

Wonderful Solo, Ayo ke Solo!

Hei, Pizza Lovers Solo..! Cobain Ibarbo Pasta & Pizza Solo ke List Jajanmu Nih

0

Hai, kawula muda Solo, tahu daerah Badran kan? Kawasan di belakang Masjid Kota Barat, nggak jauh dari Manahan. Kawasan ini sekarang jadi lokasi hits kota Solo. Dimana sederet tempat nongkrong kekinian dengan berbagai konsep warung, resto, kafe, maupun wedangan ngumpul jadi satu di Kampung Badran nih. Salah satunya ada Ibarbo Pasta & Pizza Solo.

Ibarbo ini punya setting gerai dengan interior street food. Nuansa serba kuning dengan hanging lamp cocok banget buat nongkrong bareng teman, pacar, atau keluarga. Snacking di tempat cozy buat nongkrong dan tersedia aneka yummy food juga.

Pizza lovers, it’s pizza time. Topingnya aneka macam, bisa pilih sesukamu. Jangan khawatir kalau mau makan nasi, di sini juga tersedia. Pasta pun ada lho di Ibarbo. Menu bervariasi dari Pizza dengan aneka jenis toping, nasi ayam dengan berbagai rasa dan Indomie yang spesial rasa Ibarbo. Harga mulai Rp 7.000—Rp 23.000.

Lokasinya berada di Jalan Kenanga 33, Badran Solo. Jika kamu dari Masjid Kota Barat cukup menuju arah barat sekitar 300 meter kiri atau selatan jalan ya, Guys. Buka dari jam 11.00 hingga 23.00.

Ada Free Wi-fi dan Live Music, juga lho. Jadi yang mau garap tugas sambil, nyemil dan wifi-an bisa banget cuss ke Ibarbo Pasta & Pizza Solo.

Tempat nongkrong kekinian yang bikin you will be back back for our taste. Menunya ada Nasi Ayam Sambal Matah (19 K), Nasi Ayam Mozarella (22 K), Nasi Ayam Telor Asin (23 K), Nasi Ayam Blackpaper (17 K), Nasi Ayam Bolognise (22 K),Nasi Goreng Ibarbo, Nyor-nyor, Nasi Ayam Geprek (19 K), Indomie Yakuza (15/17 K), Indomie Assasin, Indomie Setan Merah, Indomie Bolognise, Samyang Original.

Soal pilihan pizza, ada White Sauce Pizza, Tomato Pizza, dan Chocolate Pizza. Topingnya pilih aja sesukamu. Banana Roll Chocolate, Chicken Wings, Chicken Nugget, Pasta Bolognise, Pasta Carbonara. Macem-macem. Jadi, cobain deh ke Ibarbo Pizza & Pasta Solo.

Wonderful Solo, Ayo ke Solo!

 

Keseruan di Wonderful Solo SahuRun, Pre-Event Playon Dusun Trail Run 2017: Memajukan Pariwisata Solo dengan Sport-Tourism

0

Sabtu-Minggu, 17-18 Juni 2017 dini hari lalu, Wonderful Solo bekerjasama dengan Solo Runners sukses menghelat Wonderful Solo SahuRun. Acara ini dilaksanakan pada pukul 23.59 – 04.00 WIB. SahuRun merupakan event kolaborasi Wonderful Solo (@wonderfulsolo) sebagai penyelenggara dan Solo Runners (@solorunners_) sebagai race management. Start dan Finish berlangsung di Drop-Off Area, Depan Lobby Hotel Royal Heritage Surakarta.

Berkah bulan Ramadan dan bulan Juni ini bertepatan dengan bulan anti Narkoba Internasional, menjadi satu kesempatan untuk dapat tetap lancar berpuasa dengan tetap sehat berolahraga lari dan tentu saja bebas dari Narkoba. Bermula dari keprihatinan tim Wonderful Solo dengan maraknya penggunaan Narkoba yang semakin memprihatinkan sebagai ancaman global serius tentang bahaya peredaran obat-obatan terlarang. Begitu pula, puasa tetap sehat dengan alternatif lari sebagai olah raga yang dapat dilakukan kapan saja, termasuk saat berpuasa. Oleh karena itu, Wonderful Solo menggelar acara “Wonderful Solo SahuRun: Puasa Sehat, Tanpa Narkoba. SahurRun merupakan “Aksi Lari Pagi Bagi Nasi Santap Sahur” Long Run 15 K dan Charity Run 10 K. Selain mengajak masyarakat untuk tetap sehat di bulan Ramadan, acara ini diharapkan menjadi kegiatan masyarakat Solo Raya untuk berbagi sekaligus bebas dari Narkoba. Sikat Narkoba, Masyarakat Sehat, Pariwisata Kuat.

Antusias peserta SahuRun terbukti dengan kehadiran para pelari pukul 23.00 sudah mulai berdatangan. Peserta hadir dari kalangan pehobi lari. Kebanyakan dari mereka tergabung dalam Solo Runners yang merupakan komunitas pehobi olah raga lari terbesar di Surakarta. Solo Runners menginduk ke komunitas Indo Runner Jakarta yang telah memiliki 45 chapter wilayah yang tersebar di seluruh Indonesia. Meja registrasi pun dipenuhi para peserta yang bersemangat untuk mengikuti rangkaian acara Wonderful Solo SahuRun.
SahuRun dimulai dengan beberapa sambutan dari Direktur Wonderful Solo, Chris Broto, yang juga sekaligus Ketua Penyelenggara. Beberapa bintang tamu figur Wonderful Kota Solo pun turut membuka acara SahuRun. Sebelum bendera Start Running dikibarkan sebagai pertanda dimulainya lari, dilakukan warming-up bersama-sama untuk pemanasan sebelum memulai lari.


Lari pagi saat jelang sahur dengan rute 15 K dan 10 K. Rute SahuRun (Charity Fun Run 10 K) dimulai dari Hotel Royal Surakarta Heritage – Balaikota – Bundaran Gladag – Alun-Alun Utara – Pasar Klewer – Pasar Kembang – Jalan Slamet Riyadi – kembali ke Hotel Royal Surakarta Heritage.
Rute Long Run 15 K, Start dari Hotel Royal Surakarta Heritage ke arah Purwosari – Jongke – Perempatan Gemblegan – Solo Baru – Jalan Raya Grogol – Alun-alun Selatan – Gajahan – Gemblegan- Jalan Slamet Riyadi – kembali ke Hotel Royal Surakarta Heritage.

Selain aksi lari dan bagi santap sahur, acara ini akan dibuka oleh Opening Speech oleh Danar Blangkon, Aktivis Anti Narkoba BNK Sukoharjo. Tepat pukul 00.00 WIB, Start Running Kategori Long Run 15 K. Dilanjutkan beberapa menit setelahnya Start Charity Run / Fun Run 5 K dan Special Performance dari Kopral Bagyo (Purnawirawan dan Prajurit Terkuat TNI AD, Pemecah rekor berbagai aksi spektakuler). Kopral Bagyo akan berlari memikul tenggok berisi nasi bungkus untuk dibagikan ke masyarakat di sepanjang rute lari SahuRun.

Terdapat Water Session di depan Cozmeed Solo, Jalan Slamet Riyadi. Peserta meski lelah dan berkeringat, mereka nampak happy dapat berlari bersama dalam SahuRun.

Keseruan acara ini makin dimeriahkan karena kehadiran beberapa tamu spesial Wonderful Solo. Mereka adalah sosok Wonderful kota Solo di beberapa bidang. Wonderful Solo SahuRun ini juga menjadi ajang mengenal lebih dalam figur Wonderful-nya kota Solo. Sisi Uniquely and Wonderful-nya beberapa figur yang hadir pada Wonderful Solo SahuRun kita kenal lebih jauh karena karya, kontribusi, dan prestasinya untuk Solo Raya, di antaranya:
1. Danar Blangkon (Wonderful Motivator, Aktivis dan Relawan Anti Narkoba)
2. Mila Marlina (Wonderful International Runner, 2nd Woman Asia Trail Master 2015)
3. Kopral Bagyo (Wonderful Power, Purnawirawan dan Prajurit Terkuat TNI AD, Pemecah rekor berbagai aksi spektakuler)
4. Pong Hardjatmo (Wonderful Film Actor)
5. Isnaindesh (Wonderful Sketch Artist)
6. Lintangsari P. Handayani (Wonderful Hotel General Manager)

Seusai lari, terdapat Sesi “Bincang Sahur & Sahur Bareng di Hotel Royal Surakarta Heritage”. Sharing bersama pengisi acara dan peserta dengan tema “Sikat Narkoba, Masyarakat Sehat, Pariwisata Kuat” dihadiri pembicara Pong Harjatmo (Aktor Senior pendukung gerakan anti Narkoba), Mila Marlina (Pelari International Ultra Trail Run du Mont Blanc 2017– 2nd Woman Asia Trail Master 2015), Lintangsari P Handayani (General Manager The Royal Surakarta Heritage). Selama SahuRun berlangsung akan hadir pula Isnaindesh, Seniman Sketsa yang spesial hadir turut memeriahkan acara live sketch SahuRun.

Wonderful Solo sebagai portal informasi online, kami hadir untuk menyajikan panduan spesial tentang pesona destinasi beragam wisata, baik wisata kuliner, budaya, alam, sejarah, edukasi, belanja, dan religi di Solo Raya. Melalui acara SahuRun, besar harapan Pariwisata Solo makin kuat dengan pengembangan Sport-Tourism di area Solo-Raya. Acara ini sekaligus menjadi Pre-Event Playon Dusun Trail Running 2017 di Kemuning, Karanganyar, Jawa Tengah Oktober 2017 mendatang.

Wonderful Solo SahuRun: Aksi Lari Pagi Bagi Nasi Santap Sahur di Kota Solo

0

Wonderful Solo dan Solo Runners mempersembahkan sebuah acara bertajuk “Wonderful Solo SahuRun: Puasa Sehat, Tanpa Narkoba. SahurRun merupakan “Aksi Lari Pagi Bagi Nasi Santap Sahur” Long Run 17 K dan Charity Run 5 K. Selain mengajak masyarakat untuk tetap sehat di bulan Ramadan, acara ini diharapkan menjadi kegiatan masyarakat Solo Raya untuk berbagi sekaligus bebas dari Narkoba. Sikat Narkoba, Masyarakat Sehat, Pariwisata Kuat.

SahuRun akan dilaksanakan pada Sabtu-Minggu, 17-18 Juni 2017 pukul 23.59 – 04.00 WIB. Start dan finish berlokasi di Hotel Royal Surakarta Heritage. Acara ini merupakan event kolaborasi Wonderful Solo (@wonderfulsolo) sebagai penyelenggara dan Solo Runners (@solorunners_) sebagai race management. Wonderful Solo sebagai portal informasi online, kami hadir untuk menyajikan panduan spesial tentang pesona destinasi beragam wisata, baik wisata kuliner, budaya, alam, sejarah, edukasi, belanja, dan religi di Solo Raya.

Selain aksi lari dan bagi santap sahur, acara ini akan dibuka oleh Opening Speech oleh Danar Blangkon, Aktivis Anti Narkoba BNK Sukoharjo. Tepat pukul 00.00 WIB, Start Running Kategori Long Run 17 K. Dilanjutkan pukul 01.00 Start Charity Run / Fun Run 5 K dan Special Performance dari Kopral Bagyo (Purnawirawan dan Prajurit Terkuat TNI AD, Pemecah rekor berbagai aksi spektakuler). Kopral Bagyo akan berlari memikul tenggok berisi nasi bungkus untuk dibagikan ke masyarakat di sepanjang rute lari SahuRun.

Rute SahuRun (Charity Fun Run 5 K) dimulai dari Hotel Royal Surakarta Heritage – Balaikota – Bundaran Gladag – Alun-Alun Utara – Pasar Klewer – Pasar Kembang – Jalan Slamet Riyadi – kembali ke Hotel Royal Surakarta Heritage.

Rute Long Run 17 K, Start dari Hotel Royal Surakarta Heritage ke arah Purwosari – Jongke – Perempatan Gemblegan – Solo Baru – Jalan Raya Grogol – Alun-alun Selatan – Gajahan – Gemblegan- Jalan Slamet Riyadi – kembali ke Hotel Royal Surakarta Heritage.

Seusai lari, terdapat Sesi “Bincang Sahur & Sahur Bareng di Hotel Royal Surakarta Heritage”. Sharing bersama pengisi acara dan peserta dengan tema “Sikat Narkoba, Masyarakat Sehat, Pariwisata Kuat” dihadiri pembicara Pong Harjatmo (Aktor Senior pendukung gerakan anti Narkoba), Mila Marlina (Pelari International Ultra Trail Run du Mont Blanc 2017– 2nd Woman Asia Trail Master 2015), Lintangsari P Handayani (General Manager The Royal Surakarta Heritage).

Selama SahuRun berlangsung akan hadir pula Isnaindesh, Seniman Sketsa yang spesial hadir turut memeriahkan acara live sketch SahuRun.

Wonderful Solo SahuRun ini juga menjadi ajang mengenal lebih dalam figur Wonderful-nya kota Solo. Sisi Uniquely and Wonderful-nya beberapa figur yang hadir pada Wonderful Solo SahuRun kita kenal lebih jauh karena karya, kontribusi, dan prestasinya untuk Solo Raya, di antaranya:

  1. Danar Blangkon (Wonderful Motivator, Aktivis dan Relawan Anti Narkoba)
  2. Mila Marlina (Wonderful International Runner, 2nd Woman Asia Trail Master 2015)
  3. Kopral Bagyo (Wonderful Power, Purnawirawan dan Prajurit Terkuat TNI AD, Pemecah rekor berbagai aksi spektakuler)
  4. Pong Hardjatmo (Wonderful Film Actor)
  5. Isnaindesh (Wonderful Sketch Artist)
  6. Lintangsari P. Handayani (Wonderful Hotel General Manager)

 

Wonderful Solo SahuRun Registration Fee: 15k/person, hingga 14 Juni 2017, for public and limited.  Wonderful Solo SahuRun ini sekaligus merupakan pre-event Playon Dusun Trail Running” yang akan diselenggarakan Oktober 2017 di Kemuning, Karanganyar, Jawa Tengah.
Info Pendaftaran:

Wonderful Solo, Jalan Ronggowarsito 24, Surakarta.
Wonderful Solo (082229459180), email: info@wonderfulsolo.com
Gilang (085647088337)

 

#SahuRun #wonderfulsolo #solorunners #eventsolo #running #ramadhan #sahur #berbaginasi

Mila Marlina, Pelari Indonesia Lintas Alam Asal Solo: Wonderful International Ultra Trail Runner-nya kota Solo

0

Pernah membayangkan lari dalam jarak lebih dari puluhan bahkan ratusan kilometer dengan target waktu? Capek, ya jelas lah ya. Jika kamu menganggap hanya atlet lari saja yang bisa melakukannya, Eits, anda salah sangka! Tim Wonderful Solo kali ini  memberikan ulasan profil salah satu figur Wonderful kota Solo. Mila Marlina, ibu rumah tangga usia 45 tahun yang merupakan International Ultra Trail Runner dari kota Solo yang luar biasa inspiratif.

Awalnya, saat saya dijadwalkan untuk bertemu dengan Mila Marlina yang terbayang nanti akan interview dengan atlet pelari internasional. Dugaan saya, saya akan bertemu dengan sosok yang memiliki postur badan atletis dan kekar. Ekspektasi saya mulai berubah ketika mendapati Mila Marlina dengan postur mungil, cantik dengan wajah khas oriental yang tak lepas dari senyuman amat ramah. Rekan saya yang sudah lebih dahulu datang, tampak asyik ngobrol dengan ‘Cik Mila’. Di depan Mila bahkan sudah dipesan ice dalam cup restoran siap saji tempat kami berbincang. Bukan nampak seperti atlet yang sangat menjaga makanan atau minuman.

Warga asli Solo yang nyentrik ini prestasinya luar biasa lho. Bayangkan saja, di usia 45 tahun, dengan postur tubuh mungilnya, Mila Marlina mampu mendapatkan tiket untuk mengikuti ajang lari terbesar di dunia yaitu Ultra-Trail du Mont-Blanc di tahun 2017, Agustus mendatang. Gelar ‘International Ultra Trail Runner’ pun ia sandang karena prestasinya dalam trail run (lari lintas alam) yang tidak jarang bermedan ekstrim. Selain itu, Mila Marlina juga menjadi satu-satunya peserta wanita di MesaStila Challenge & Ultra 2015, kategori lari 100 K, dan berhasil menjadi salah satu finisher dengan waktu 29 jam 7 menit 4 detik.

Perlu kamu tahu Guys, Ultra-Trail du Mont-Blanc (UTMB) adalah ajang lari maraton paling kompetitif dan bergengsi di dunia. UTMB berlangsung setahun sekali di Pegunungan Alpen. Rute Tour du Mont Blanc melalui Prancis, Italia dan Swiss. Dengan jarak 170 km dan kenaikan ketinggian atau elevasi total sekitar 10.000 m. Iiih wow, bukan?

Ajang ini dianggap sebagai salah satu lomba lari paling sulit di Eropa, dan salah satu yang terbesar di dunia. Rekor pria dengan waktu 20 jam 11 menit 44 detik dan rekor wanita 22 jam 37 menit 26 detik.

Lalu, bagaimana kisah Mila Marlina ini bisa dapat tiket ke Ultra-Trail du Mont-Blanc (UTMB) 2017?

Mila Marlina Goes to Ultra-Trail du Mont Blanc 2017

Tidak mudah bagi Mila Marlina hingga sampai pada Goes to Ultra Trail d Mount Blanc 2017. Seorang peserta harus memiliki poin cukup dari beberapa event ultra yang diakui (qualifying race) di seluruh dunia. Biasanya sebuah event Ultra-Trail, finisher yang mampu menyelesaikan lomba tanpa melampaui batas COT (cut off time) akan mendapatkan 1—4 poin, sedangkan untuk lomba kelas UTMB membutuhkan 9 poin dalam 3 kali race. Setelah mencukupi poin, ada pula sistem drawing atau undian, karena peserta hanya terbatas.

Mila mengisahkan bahwa ia berlatih 10 km setiap hari untuk menjaga staminanya. Pada setiap harinya, ia akan menghukum dirinya sendiri jika melewatkan satu hari tanpa lari, dengan cara menambahkannya di hari berikutnya, 20 km atau selebihnya. Tentu saja itu membuatnya lebih bersemangat dan disiplin terhadap aturannya sendiri, tanpa melewatkan hari untuk lari. Hingga sampai keberhasilannya pada race iseng pertamanya di Bali Marathon 42,195 km atau Full Marathon.

Saya lari hanya untuk jaga stamina aja. Tiap hari lari 10km, iseng ikut maraton. Awalnya start Bali Marathon 2014, Full Marathon. Tujuh jam saya harus lari setengahnya. Terus di luar perkiraan saya, 4 jam 41 menit. Suatu achievement”, kenang Mila Marlina pada kisah race pertamanya.

Semacam candu, lari bagi Mila merupakan kepuasan tersendiri ketika berhasil mencapai finish. Ia pun merasakan berhasil mengalahkan diri sendiri, tanpa harus bersaing dengan orang lain. Berbeda halnya dengan lari sprint, Mila mengakui di usianya kini ia tak cukup mampu untuk lari sprint. Ia mengungkapkan bahwa dirinya justru memiliki kestabilan cukup tinggi untuk menempuh lari jarak jauh dalam waktu yang cukup lama. Itulah yang membuatnya lebih memacu diri untuk menantang dirinya sendiri untuk mengikuti lari dengan kriteria jarak bertahap.

Mila pun menyukai tantangan. Selain menikmati tantangan di kriteria jarak yang lebih besar, candu berlari ini membawanya pada beragam pengalaman ketika berlari. Ibu dari Chrisya dan Melisa ini pun merasa dirinya harus mengatur pola pikirnya untuk bisa mengatur dan menguasai dirinya. “Pikiran itu yang bisa ngedrive badan kita”, ujar Mila, istri Andi Prasodjo.

Menjadi pelari ultra menurut Mila bukan hanya fisik saja yang menjadi bekal utama. Mental sangat berpengaruh dalam berlari, 85 % mental, dan selebihnya 15 % fisik. Saat dirinya yakin saat start lari dalam kondisi prima, bisa jadi di tengah lomba ia tersesat karena medan yang sulit, atau bahkan asam lambung yang naik hingga perlu dievakuasi.

Mila pun hingga kini masih rajin berlatih di area gym atau fitness, juga berlatih lari. Begitu pula dengan catatan prestasi Mila Marlina yang mengagumkan dan inspiratif, hingga mampu menembus tiket UTMB. Video di bawah ini merupakan kegiatan latihan Mila Marlina.

 

Mila yang kini tinggal di daerah Solo Baru ini telah mencatatkan beberapa prestasi dalam dunia lari Indonesia. Di antaranya prestasinya adalah:

  1. Jakarta Marathon (42,195 km), Oktober 2014, Finisher
  2. Tambora Trail Run (42 km) April 2015, Juara 1. Mila mengisahkan ia tak menduga bisa berada di podium 1 dengan jarak 42 km.
  3. Gepang Marathon (42 km) Mei 2015, Juara 1
  4. Singapore Sundown Marathon (42,195 km) Mei 2015, Finisher
  5. Ijen Trail Run (70 km), Juli 2015, Finisher.
  6. Bill Maybank Bali Marathon (42,195 km) Agustus 2015, Finisher
  7. Bromo Marathon (42 km) September 2015, Juara 2
  8. Penang 100 Ultra (100 km) September 2015, Finisher
  9. Mesastila Challenge Ultra (100 km) Oktober 2015, Juara 1
  10. Ultra Trail Hongkong (156 km) Februari 2016, Juara 3 Master Female. Mila merasakan perjuangannya di UTHK setengah mati untuk bisa mencapai finish dalam waktu 48 jam.
  11. Komando Run (64 km) April 2016, Juara 2
  12. Sleman Ultra (50 km) Mei 2016, Juara 2
  13. Bromo Marathon (42 km), Agustus 2016, Juara 1
  14. The Most Beautiful Thing (TMBT) Ultra (100 km), September 2016, Finisher
  15. Bromo Tengger Semeru (BTS) Ultra (102 km), November 2016, Juara 3
  16. Coast to Coast Ultra (70 km), Januari 2017, Juara 2
  17. Borneo Ultra Marathon (100 km), February 2017, Finisher
  18. Beach Bunch Trail Brunei (100 km), February 2017, Finisher
  19. Lintas Sumbawa Relay (160 km), April 2017, Finisher
  20. Komando Run (65 km), April 2017, Juara 2 Master Female
  21. Kebun Raya Bogor KRB 200 Ultra (100 km), Mei 2017, Juara 1

Kecintaannya dalam dunia lari khususnya trail run, bukan tanpa alasan. Bermula dari ajakan kawan untuk hiking. Tak tanggung-tanggung, Gunung Rinjani merupakan pendakian pertamanya. Dilanjutkan dengan Gunung Semeru, Kerinci, Lawu, Merapi, Merbabu, Andong, Ciremai, Gede, Pangrango, Latimojong, Cartensz Pyramid (Papua), Kinabalu (Malaysia), Kilimanjaro (Afrika), dan Aconcagua (Argentina).“Sense of finish itu sama dengan sense of summit,” jelas Mila.

Dalam pendakiannya, ia merasakan kedamaian hati ketika mencapai puncak. Hingga akhirnya, kedamaian itu membuatnya mampu meredam kemarahannya terhadap Tuhan, karena rasa berduka yang amat dalam atas kepergian ayah Mila di Desember 2012. Beragam aktivitas fisik ia lakukan untuk meredam kesedihannya. Namun, pilihannya kini jatuh pada ultra-trail.

Mila menceritakan kisah mulanya menggeluti bidang lari. Lulusan S2 Accounting Management University of Wollongong Australia ini menuturkan hobinya hiking karena ajakan kawannya menjadi awal mula ia menekuni ultra-trail run. Sebenernya awalnya, bukan lari, saya bukan pelari. Awalnya saya itu suka naik gunung. Saya suka ikut open trip. Di antaranya Kinabalu dan beberapa gunung seven summits seperti Kilimanjaro, Carstensz, Aconcagua. Tapi waktu di Aconcagua, saya gagal summit karena hipoxia (red:kekurangan oksigen seluruh tubuh).”

Mantra Sang Pelari

Dunia Ultra Trail masih sedikit orang yang tahu. Saya itu kalau cerita sama orang lari 100 km gitu, mikir-mikir lho emang. Ya kan aneh to. Buat orang Solo, itu aneh, sekalipun di tempat gym, lingkungannya orang olahraga. 100 kilo? Mendingan ga cerita deh,” terang Mila ibu dua orang anak ini dengan dialek khas Solo.

Berlari dalam jarak yang cukup panjang, dengan medan bukan hanya jalanan mulus, bisa menanjak, menurun, berbatu, dan masih banyak tantangan lain yang cukup ekstrim dalam trail run. Membahayakan diri dari berbagai hal, baik cedera, sakit, maupun hilang atau tersesat dalam perjalanan lari. Mila sosok yang pantang menyerah dan terus berusaha demi mencapai targetnya.

Tentu saja bukan perkara yang mudah, untuk dapat melewati jarak cukup jauh, menuju finish. Haruki Murakami dalam bukunya menyinggung soal mantra apa yang diucapkan untuk tetap menjaga semangat selama berlari dalam lomba maraton? Jika pertanyaan ini kamu tanyakan pada beberapa pelari maraton, maka jawabannya akan berbeda-beda. Pelari berlari sejauh 42,195 km menunjukkan betapa sulitnya sebuah perlombaan maraton yang sesungguhnya.

Mila Marlina dalam sebuah tulisan singkatnya menuliskan bahwa, ada pepatah di kalangan pelari yang mengatakan, “If you want to talk to God, be an ultra runner.” Saat dirinya merasa tidak memiliki kekuatan lagi untuk berlari, bahkan untuk berdiri saja tak sanggup. Berada sendirian di malam hari di tengah hutan degan kondisi yang semakin lemah, ia meminta berulang-ulang kepada ‘Yang Di Atas’. Please God, Give me the strength. Semacam mantra yang ia rapalkan berulang. Kekuatan itu entah darimana datangnya, membawanya berhasil melewati race lari, seperti pada di MesaStila Challenge Ultra 100 km dengan gain elevasi 7500 m (setara dengan 6x mendaki gunung Lawu) dalam waktu 29 jam.

Begitu pula dengan pengalamannya di Ultra Trail Hongkong dengan jarak 156 km dengan gain elevasi 7500 m dalam waktu 47 jam tanpa tidur sama sekali. Mila mengungkapkan berat badannya turun 3 kg, dan ketika mencapai finish ia justru tidak menyangka di saat kondisi tubuhnya yang kian melemah, semua orang justru memuji kekuatannya karena telah mencapai finish. Baginya, yang harus dilakukan hanyalah tetap berjuang.

Pelari yang juga alumni SMA Negeri 3 Surakarta ini mengungkapkan bahwa dalam suatu lomba ultra trail run, ia selalu dihadapkan pada kondisi dimana dirinya sendirian di tengah kebun, hutan, bahkan gunung. “Yang selalu saya ucapkan dalam hati adalah ‘Tuhan..sertai saya’. Itu saja.”

Mila Marlina: Pelari Wanita Pertama Indonesia di 3 Besar Asia Trail Master

Jika Haruki Murakami dalam bukunya What I Talk About When I Talk About Running, ia mulai berlari pada 1982, dan puluhan tahun ia melatih diri dalam bidang lari. Beda halnya dengan Mila Marlina, ia mulai aktif lari ketika umur 42 tahun. Yang mengundang decak kagum, Mila di usianya yang ke-45 tahun justru mendapat poin yang mencukupi untuk mengikuti UTMB.

Terdapat beberapa kriteria lari maraton, ada Full Marathon (FM) dengan jarak 42,195 km. Lalu, ada pula Half Marathon (HM) berjarak 21,1km. Selain FM dan HM, ada pula kategori lari 10 K, 5 K. Sedangkan yang berbeda yaitu Ultra Marathon adalah jarak di atas Full Marathon, ada 50 km, 70 km, 100 km, 170 km, 200 km, 320 km dan seterusnya. Hal inilah yang akhirnya memacu para pelari untuk menaikkan standar kriteria jarak juga tantangan di setiap kegiatan larinya, sebagaimana halnya yang dilakukan Mila Marlina.

Tiga tahun perjalanannya dalam meraih prestasi di bidang lari, membawanya pada ajang bergengsi dalam dunia lari yaitu UTMB. Peringkat Mila sebagai pelari di Asia, awalnya ia menduduki peringkat pertama, namun peringkat tersebut ditunggu hingga akhir tahun sesuai poin yang dikumpulkan berbagai pelari dari penjuru dunia. Mila menduduki peringkat klasemen 2nd Asia Trail Master 2015. Untuk pertama kalinya Indonesia memiliki pelari wanita di 3 Besar Asia Trail Master, menempatkan Indonesia sejajar dengan negara-negara besar lain dalam bidang trail run.

Mila belajar banyak dari berlari. Tokoh pelari yang menginspirasinya untuk tetap belajar dalam bidang lari adalah Hendra Wijaya. Pelari yang lebih dahulu berjaya dengan beragam prestasi dan gelar yang ia sandang sebagai pelari ultra trail Indonesia. Mila mengungkapkan banyak belajar dari beberapa senior salah satunya Hendra Wijaya. Begitu pula dengan figur lain yaitu Herwanto dan Ronny. Bahkan terdapat kisah tentang dukungan pelari legendaris Malaysia Mohd. Puzi Dolah yang memberikan support bagi Mila saat ia menyerah di race saat di Malaysia. Ia menolak disebut menyerah terlalu cepat, bahkan ketika kondisi tubuhnya tak memungkinkan untuk melanjutkan lari.

Usia bukan menjadi halangan bagi Mila Marlina untuk berprestasi. Baginya, Tidak ada yang kita kalahkan, yang kita kalahkan hanya diri sendiri, tanpa harus bersaing”. Begitu pula dengan batas-batas yang kita ciptakan sendiri. Mila berpesan ‘Jangan dulu memberikan batasan-batasan akan apa yang mungkin dan tidak mungkin, bisa dan tidak bisa untuk dilakukan sebelum kita mencobanya.

Buat kamu yang suka jogging sama temen-temenmu atau pacar, udah rencana berangkat tapi batal jogging? Buruan agendain deh buat jaga fisik dan staminamu dengan olahraga. Mosok kalah sama Cik Mila.

Candu berlari dengan menantang diri sendiri untuk mencapai target yang lebih tinggi adalah hal yang inspiratif dari sosok Mila Marlina. Jangan hanya candu kepada hal-hal yang negatif seperti Narkoba ya Guys.

Say No To Narkoba, Guys. Sikat Narkoba, Masyarakat Sehat, Pariwisata Kuat, sesuai dengan tema acara Wonderful Solo SahuRun yang akan diadakan pada Sabtu-Minggu, 17-18 Juni 2017 tengah malam nanti. Meski puasa, tetap sehat. Akan ada pula aksi bagi nasi santap sahur oleh Kopral Bagyo. Penasaran seperti apa keseruan Wonderful Solo SahuRun? Ada Cik Mila juga lho di acara ini. Tetap simak ulasan menarik lain seputar Solo Raya di www.wonderfulsolo.com ya.

Wonderful Solo, Ayo ke Solo!

Pasar Kliwon, Kampung Arab-nya Kota Solo: Kampung Wisata Religi, Belanja dan Budaya.

0

Pernah bingung cari baju muslim, kurma, dan oleh-oleh haji? Berarti kamu belum kenal dengan satu daerah di Solo namanya Pasar Kliwon nih. Memang sih ada pasar tradisional di sini bernama Pasar Kliwon. Eits, tapi yang dimaksud Pasar Kliwon ini nama salah satu kecamatan di kota Solo yang bermukim masyarakat keturunan Arab. Julukan yang melekat sebagai Kampung Arab ini menyimpan beberapa keunikan lho.

Ada hal unik yang hanya bisa kamu temukan di Pasar Kliwon, Solo. Mau tahu? Ini dia!

  1. Ada Masjid Iconik di Pasar Kliwon, yaitu Masjid Assegaf dan Masjid Riyadh

Di Pasar Kliwon, ada dua masjid iconik nih Guys. Lokasi kedua masjid ini berada di jalur utama Pasar Kliwon yaitu di Jalan Kapten Mulyadi, dan berdekatan satu dengan yang lain. Keduanya kerap didatangi pengunjung untuk wisata religi dari berbagai daerah tidak hanya wisatawan domestik juga wisatawan mancanegara.

Masjid Assegaf

Masjid Assegaf terletak di depan Rumah Sakit Islam Kustati. Dari nama masjidnya saja, masjid ini merujuk pada nama salah satu fam atau marga di keturunan Arab. Meskipun begitu, masjid ini tidak hanya memiliki jamaah masjid dari golongan orang keturunan Arab saja. Para warga asli Solo (Jawa) membaur dengan warga keturunan Arab yang bermukim di kawasan Pasar Kliwon di masjid ini.

 Credit by Melani Ayu & Majelis Azzahir

Masjid Riyadh

Masjid Riyadh, masjid ini memiliki kekhasan arsitektur yang dibuat mirip dengan kawasan Arab. Terdapat pohon mirip kurma di depan masjid yang juga menjadi area citywalk.

Credit By Jamesdioabdi

Uniknya, kedua masjid ini istimewa bagi umat Muslim Solo Raya. Ada suasana Ramadan yang diburu dan dinanti-nantikan warga Muslim Solo Raya. Alunan ayat, qasidah, dan wirid khas Ramadan sangat terasa di sudut kota Solo ini, di Pasar Kliwon. Buka puasa dengan menu takjil yang disediakan di masjid ini, tarawih dengan 23 rakaat yang dimulai pada pukul 20.00 WIB, bahkan kamu yang hanya berniat ikut 8 rakaat juga bisa merasakan tarawih di masjid Assegaf. Satu lagi yang istimewa, seusai tarawih, akan disajikan kopi dalam cawan kecil, jadi tombo kantukmu dan siap melanjutkan ibadah atau i’tikaf berdiam diri di masjid ini.

Credit By Sholawat Yuk

Berbeda dengan di Masjid Assegaf, di Masjid Riyadh kamu bisa mengikuti sholat tarawih di sini, dan cukup menguji kekuatan imanmu. Kok bisa? Pasalnya, di sini selain 23 rakaat tarawih, dalam satu malam sholat tarawih dibaca 1 juz Alquran pada setiap malamnya. Jadi, jika kamu kuat ikut tarawih full tiap malam di masjid ini, kamu juga ikutan khatam Alquran sekaligus. Kelas berat memang di sini. Dimulai sekitar pukul 19.30 dan usai pada 23.00. Jika pengen merasakan suasana ramadan di sini, cobain tarawih keliling deh.

Penasaran dengan suasana Ramadan di Pasar Kliwon? Ayo ke Solo!

  1. Pusat Aneka Kurma dan Toko Oleh-Oleh Haji

Berbukalah dengan yang manis. Kalau yang manis belum ada, berbukalah dengan yang ada. Tapi kalau memang mau berburu yang manis-manis, berburu kurma, kamu bisa ke Pasar Kliwon Guys. Bulan puasa, nggak lengkap dong takjil buka puasanya kalau tanpa kurma.

Di sepanjang Jalan Kapten Mulyadi, Pasar Kliwon terdapat banyak toko yang menyediakan aneka kurma dan oleh-oleh haji. Tidak hanya satu toko saja, bisa terdapat puluhan toko yang menyediakan kurma grosir maupun eceran. Baik berupa toko maupun hanya melayani penjualan di rumah. Dari mulai toko di dekat lampu merah perempatan Pasar Kliwon hingga perempatan Baturono. Terang saja, lokasi ini diserbu banyak pengunjung. Kurma yang disediakan di toko sederet jalan raya Pasar Kliwon ini menyediakan serbaneka jenis dan variasinya. Tak jarang, kamu akan berhenti di lampu merah dan mendapati di sebelah motor atau mobil yang kamu kendarai ada motor yang membawa tumpukan kardus kurma. Grosir kurma di sini cocok banget Guys.

Credit By Aad Pradana

Salah satu toko kurma yang dibanjiri pengunjung yaitu toko Abbiyyu. Toko ini berada di deretan pedestrian citywalk Jalan Kapten Mulyadi 156, dan lebih dikenal dengan toko kurma ‘Mbak Diyah’. Toko ini sudah ada sejak tahun 1996. Beragam jenis kurma, baik dari Kurma Mesir, Tunisia, Iran, dan Saudi. Harga berkisar antara Rp35.000,- hingga Rp70.000,- per kilogramnya. Jangan khawatir, toko ini buka setiap hari pukul 09.00—17.00 WIB. Tak hanya kurma, ada pula sari kurma, kacang Arab, kismis, habbatussauda, air zam-zam, susu kambing etawa dan minyak zaitun.

Selain kurma, toko-toko di sepanjang jalan Kapten Mulyadi juga menjadi pusat berburu oleh-oleh haji. Di sini kamu bisa dapatkan aneka perlengkapan untuk haji dan umroh juga oleh-olehnya sekaligus. Bisa dalam bentuk paket, eceran maupun partai.

Mau jalan-jalan berburu suasana Ramadan di Pasar Kliwon, Ayo ke Solo!

  1. Penjual dan Rumah Produksi Rukuh (Mukena) serta Aneka Busana Muslim

Biasanya kamu punya anggaran khusus untuk belanja online atau belanja bulanan baju atau pakaian ya? Tapi gimana dengan rukuh atau mukenamu, hayo? Udah nggak diganti berapa lama? Itu yang kamu pakai hampir setiap hari untuk beribadah lho. Cari aja sekalian jalan-jalan di Pasar Kliwon. Banyak banget rumah produksi, distributor, agen grosir mukena yang punya kualitas yang bagus dan kece.

Credit by Mukena Solo

Jika kamu berniat menjadi reseller atau membeli dalam jumlah besar, produsen rukuh atau mukena juga busana muslim di Pasar Kliwon ini sangat banyak. Di beberapa daerah tersebar di Pasar Kliwon, kamu bisa temui toko maupun rumah produksi mukena yang biasa dipasarkan secara online maupun grosir. Distribusinya pun meluas di berbagai daerah. Dari mulai mukena Bali, mukena Saudi, dan mukena segala macam variasinya. Terang saja, karena di sekitar Pasar Kliwon, Semanggi, dan Kedung Lumbu terdapat banyak pabrik tekstil tersebar di beberapa titik.

Selain rukuh dan mukena, ada sarung juga. Lengkap! Dolan Pasar Kliwon aja deh.

  1. Kuliner yang akrab dengan all about Kambing

Masjidnya sudah, belanja baju sudah, berburu kurma sudah, cari oleh-oleh ada, makannya belum ya? Makan di kisaran Pasar Kliwon itu punya cita rasa timur tengah fusion alias campuran. Kalau di Solo biasa dengan cita rasa manis, di sini cita rasanya tak terlalu manis juga tak terlalu asin. Nah, di Pasar Kliwon ini lekat banget dengan kuliner all about Kambing.

Credit by Solo Info

Sate Kambing ada? Banyak. Banyak banget malah warung sate kambing. Sate Buntel, ada. Tongseng, Tengkleng, Gule, itu udah jadi sepaket sama warung sate kambing. Nasi goreng kambing, ada juga.

Credit by Farellozza

Kudapannya juga ada Kebab, ada Roti Konde, ada Sambosa, macem-macem. Susu kambing pun ada, Susu Kambing Ettawa, Yoghurt Susu Kambing. Komplit!

Credit by Kebab Baba Rafi

Credit by Sweethoney.id

Ada yang spesial nih Nasi Kabuli atau Kebuli, nasi goreng khas Timur Tengah dengan bumbu rempah istimewa. Kabuli dari kata Qabul (diterima) sering menjadi menu saat acara akad nikah di beberapa acara di Pasar Kliwon, dengan harapan segala hajat dapat terkabul. Tetapi, kini Nasi Kabuli sudah dikenal luas, dan masuk di beberapa lidah penikmatnya yang tidak hanya keturunan Arab saja.

 

Credit by Marakez Cafe

Kuliner di Pasar Kliwon pun sekarang mulai booming dengan format kafe atau resto. Ada Warung Marakez Café, ada Warung Orange, ada Kareema Catering, juga beberapa kafe shisha. Selain warung dan resto, terdapat juga bakery dengan cita rasa Pasar Kliwon, Kharisma Bakery, Amira Roti dan Kue, dan Anita Bakery.

Wis lah yo, Dolan ke Pasar Kliwon aja!

  1. Becak Berderet dalam Satu Sudut Gang

Kapan terakhir kali kamu naik becak? Hayo, pasti sudah lama nggak ngrasain serunya naik becak kan? Biasanya sekarang sudah gampang, tinggal gas naik motor atau mobil bisa keliling-keliling. Coba deh nostalgia naik becak di Pasar Kliwon. Kamu akan temui becak yang berderet di beberapa sudut gang di Pasar Kliwon.

Credit by Isma Yanti

Kalau mau keliling di area Pasar Kliwon, ada banyak becak yang mangkal di beberapa sudut gang. Khas becak Solo itu catnya merah, dan di Pasar Kliwon masih banyak becak yang standby di pinggir jalan. Pak Becak-nya pun ramah-ramah lho. Bahkan, beberapa dari mereka ini justru punya pelanggan khusus di kalangan ibu-ibu di Pasar Kliwon.

Credit by Hanifah Shahab

Pak Becak di Solo, khususnya Pasar Kliwon punya panggilan khusus bagi ibu-ibu yang tinggal di Kampung Arab-nya Solo. Wananten. “Diantar kemana, Wananten? Begitu pak Becak menyapa para pelanggannya untuk menghormati.

Tak hanya ibu-ibu saja, gadis-gadis keturunan Arab di sini pun kerap kita jumpai lebih memilih menggunakan becak sebagai transportasi utama. Hal ini bukan tanpa alasan, Guys. Kemudahan transportasi driver berbasis online belum cocok untuk menggantikan posisi becak di hati para wananten.

Pasar Kliwon Solo dikenal dengan kampung religius, berboncengan dengan non-muhrim membuat kemudahan transportasi berbasis online belum cocok di Pasar Kliwon. Tapi soal jajan, kemudahan mengantar barang, mengantar pesanan makanan, justru itu jadi primadona alternatif di kawasan ini. Hal ini pun tak menggeser posisi becak di Pasar Kliwon tetap eksis.

Yuk, muter-muter keliling Solo pakai becak!

6. Dialek Khas Medok-Pasar Kliwon yang Bakalan Nyantol Di Telingamu

“Ahlan! Bekheer?(Halo, apakabarmu? Baik-baik saja?)

Kheer, Alhamdulillah. Keif ente? Semua royyid to?” (Baik, Alhamdulillah. Kamu bagaimana? Semua baik-baik saja kan?

Alhamdulillaah, cuma rodok ta’ab ana nggarap tugas- tugas” (Alhamdulillah, cuma saya agak lelah mengerjakan tugas-tugas)

Rahat betul (Asik / menyenangkan sekali), Raksye (Seru), Ndak mufakat (Bukan main), Keke? (Gimana)

Asing ya dengan kata-kata itu? Sebenarnya sebagian bahasa itu merupakan bahasa Arab, Guys. Tetapi, benturan budaya etnis Arab dan Jawa di lingkungan Pasar Kliwon Solo ini membuat keunikan pula pada bahasa percakapan yang digunakan oleh masyarakat di lingkungan Pasar Kliwon.

Hadijah Rima dalam tulisan di blognya menuliskan beberapa contoh percakapan di atas yang digunakan masyarakat keturunan Arab di Solo. Curhatannya sebagai warga keturunan Arab di Solo ini potret yang nyata bahwa benturan budaya etnis Arab di Solo memang memiliki kekayaan dan keunikan yang istimewa.

(http://hadijahrima.web.ugm.ac.id/menjadi-keturunan-arab-di-indonesia-kasus-kasus-dilematis/)

Karena mayoritas di kampung Arab ini masyarakat keturunan Arab, di Pasar Kliwon ini kamu akan mendapati dialek atau bahasa khas medok-pasarkliwon. Terdengar unik, khas, dan menjadi identitas bagi masyarakat keturunan Arab yang tinggal di Solo. Bahkan beberapa penelitian tentang dialek maupun kesetiaan bahasa Arab di daerah Pasar Kliwon ini mampu menjadi daya tarik bagi peneliti bahasa di ranah akademis. Begitu juga dengan magnet istimewa bagi kekayaan budaya di Solo.

Makanya, ayo Guys mampir ke Solo!

7. Baju Gamis, Koko Putih Plus Peci Putih Sliwerandi Kawasan Pasar Kliwon

Kota Solo dikenal dengan kota yang majemuk dan pluralis. Meski beragam etnis, Solo selalu nyaman ditinggali dan didatangi. Tak ketinggalan dengan suasana Ramadan kental terasa di salah satu sudut kota Solo, tepatnya di Pasar Kliwon. Pasar Kliwon pun lekat dengan atmosfer masyarakat yang religius.

Sumber: ayuanriyani

Selain suasana yang islami, Pasar Kliwon juga terdapat beberapa tempat Majelis Taklim atau tempat berburu ilmu bagi sebagian besar warga Solo Raya.

Sumber: fuad_badjeber

Ada kawasan Majelis Ta’lim Ar-Raudhah. Kawasan ini berdekatan dengan masjid Riyadh. Wisata Religi di Masjid Riyadh ini juga tidak lepasdari berbagai acara baik pembacaan maulid, kajian dan majelis ilmu lainnya. Tak heran jika pemandangan berupa baju gamis, koko putih, plus peci putih sliweran di kawasan Pasar Kliwon.

Sumber: diyah.pu

8. Toko kertas segala macam kertas

Dahulu, saat aktif di media cetak kampus, saya kerapkali bersinggungan dengan dunia percetakan. Saat itu pula, saya baru menyadari bahwa di Pasar Kliwon ini kerap didatangi para kreator atau pelaku dunia publishing. Bisnis kertas di Pasar Kliwon ini cukup kuat. Dalam satu area di jalan utama Pasar Kliwon ini terdapat banyak toko kertas, segala macam kertas, dan serba-serbi yang berkaitan dengan kertas.

Jadi yang mau menikah, wahai para calon pengantin, di area Pasar Kliwon juga banyak sekali bisnis percetakan undanganlho. Barangkali bisa jadi vendor alternatif buatmu.Atau, kamu yang kuliah di bidang yang membutuhkan kertas dalam jumlah besar dan segala jenis variasinya, bisa merapat ke Pasar Kliwon. Kertas yang biasa digunakan dalam dunia percetakan di Solo Raya, kerap didapatkan di Pasar Kliwon.

9. Haul Solo

Tidak hanya di bulan Ramadan, Pasar Kliwon punya magnet istimewa bagi pengunjung atau wisatawan. Wisata religi di Pasar Kliwon ini terbesar saat adanya Haul Solo. Acara ini sangat besar menarik pengunjung. Bahkan Pemkot Solo menjadikan acara ini sebagai agenda Solo.

Sumber: aji_pamungkas69

Haul Solo adalah acara tahunan, mengenang jasa dan pemikiran salah seorang figur di Pasar Kliwon yaitu Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi. Beliau adalah seorang pengarang kitab Maulid Simtud Duror. Acara ini berlangsung selama tiga hari setiap 20 Rabiul Tsani. Ribuan pengunjung dari berbagai kota, provinsi, pulau, bahkan negara turut hadir untuk menghadiri acara ini.

Sumber: mrdodowikanto

10. Tarian Hajir Marawis dan Gambus

Di Pasar Kliwon, hampir sama dengan kampung Arab di berbagai daerah, kita akan menemui musik Gambus dan Tarian Hajir Marawis (Zapin). Musik Gambus di area Pasar Kliwon biasanya dihelat di berbagai acara pernikahan. Begitu juga Tarian Hajir Marawis atau Zapin, meski di Haul Solo juga terdapat hiburan ini, namun di beberapa acara spesial di Pasar Kliwon ada juga pertunjukan tarian ini. Tentu saja, atmosfer dan suasana Timur Tengah akan terasa jelas di saat dendang, ritme, hentak dan nyanyian hajir marawis serta gambus disenandungkan.

Sumber: muhbagir

Kuliner di Solo: Segernya Mie Toprak & Es Dawet Gempol Pleret Mangkuyudan

0

Di Mangkuyudan Solo, ada dua kuliner khas Solo yang jadi menu andalan. Makanan dan minuman khas Solo ini dijual sekaligus dalam satu tempat. Ada Mie Toprak dan Es Dawet Gempol Pleret Solo ini bisa dinikmati segernya saat siang hari di Warung Pak Suharto.

Mie Toprak Solo ini beda lho dengan Ketoprak Jakarta. Mie Toprak khas Solo merupakan makanan berkuah kaldu bening yang berisikan mie, irisan daging sapi, irisan tahu dan tempe goreng, risol, cakue, bakwan, tauge, kol, kacang tanah goreng, juga bihun. Setelah diracik dalam mangkok, semua bahan diguyur kuah kaldu yang segar dan panas, tak jarang irisan tomat sebagai pelengkap kuah ikut nyebur dalam mangkok. Mak Nyus segere!

Paling enak kalau ditambah sedikit cuka, dan juga irisan cabe rawit. Tak ketinggalan taburan bawang goreng dan juga daun seledrinya. Semangkok kesegaran dan kelezatan mie toprak ini bisa kamu dapatkan cukup dengan harga Rp 10.000,- saja.

Belum selesai ini cerita segernya, temennya mie toprak di warung ini ada Es Dawet Gempol Pleret. Hampir sama sih dengan es dawet yang kita kenal, kuah santan gurih manis gula jawa dengan potongan es, tapi perbedaannya pada isi dawetnya.

Gempol Pleret adalah nama dua jenis bahan utama Es Dawet Gempol Pleret. Gempol adalah sebutan bulatan-bulatan berwarna putih agak pipih terbuat dari meniran (pecahan bulir padi), sedangkan Pleret, terbuat dari adonan tepung dan sedikit gula jawa berwarna coklat pucat. Tiga buah gempol, dawet cendol ijo, dan bebrapa pleret dalam mangkok. Gempol pleret dan cendol dicampur jadi satu dengan kuah santan dan gula jawa, ditambah bongkahan es. Rasa manis dan gurihnya pas. Seger banget guys! Murah pula, Cuma Rp 5.000,- /porsinya.

Jika kamu mau icip Mie Toprak dan Es Dawet Gempol Pleret Mangkuyudan, kamu bisa datang ke Jalan Sri Rejeki Dalam 7 No 34 Mangkuyudan, Laweyan, Solo (Sebelah Utara Sabar Motor). Lokasinya nggak jauh dari Solo Grand Mall juga area Manahan. Kamu cukup ke arah selatan dari Manahan juga Solo Grand Mall. Lokasinya pun berdekatan dengan Masjid Tegalsari, Pondok Ta’mirul juga Pondok Al-Muayyad Solo. Sayangnya saat bulan puasa, dan hari jumat, warung pak Suharto ini tutup total. Harap sabar nunggu lebaran nanti ya. Bisa icip saat kamu mudik ke Solo. Recommended kulinernya Solo ini.

Selain menu andalan mie toprak dan es dawet gempol pleret, ada juga menu sop matahari juga sop galantin. Seger-segeran pokok’e!

Jadi, kapan mau ke Solo icip Mie Toprak dan Es Dawet Gempol Pleret?

Wonderful Solo, Ayo ke Solo!

 

Pusatnya Berburu Oleh-Oleh Khas Solo: Toko Era Jaya Kalilarangan Solo

0

Mau bawain oleh-oleh buat calon mertua, calon bribikan, atau mantan biar modus buat balikan? Bisa jadi kamu perlu dateng ke Toko Era Jaya, Pusat Oleh-Oleh khas Solo. Di sini ada segala macam nyamikan, snack, kudapan, dan berbagai macam makanan juga minuman yang pantes banget buat dihadiahkan ke orang-orang terdekatmu.

Mending kamu meluncur ke daerah Kalilarangan deh,  karena kamu nggak akan kesulitan lagi buat cari oleh-oleh. Di Toko Era Jaya, kamu bisa dapetin pusat oleh-oleh khas Solo. Lengkap jenis oleh-olehnya. Sak maceme.

Lokasinya di Jalan Gatot Subroto 132, Kalilarangan, Solo. Buka pukul 07.30—21.00 WIB. Daerah Kalilarangan tidak jauh dari Notosuman. Bahkan di Notosuman pun ada oleh-oleh yang khas Solo yaitu Serabi Notosuman.

 

Yang tersedia di Toko Era Jaya ada banyak jenis oleh-oleh nih. Ada Srundeng, Abon Sapi Manis dan Pedas, Bakpia pathok, Yangko, Intip, Dendeng, Usus, Paru, Keripik Lele, Keripik belut, Rempeyek, Keripik salak, Parstel. Ada pula aneka sambal dari mulai sambal kemangi, sambel pecel solo, sambel pecel madiun, dan masih banyak jenis sambel dalam kemasan yang lainnya.

 

Selain makanan, tersedia juga minuman berupa bahan segala macam kopi, wedang, ataupun jamu kemasan. Kopi arabika toraja, Kunir asem, Kunir putih dan masih banyak lagi.

Jadi, kamu berniat bawain oleh-oleh buat siapa nih? Nggak usah bingung lagi, ke Toko Era Jaya wae.

Wonderful Solo, Ayo ke Solo!

Most popular