Home Blog Page 14

Cap Go Meh

0

Solo adalah kota yang banyak berakulturasi dengan budaya Tionghoa. Salah satunya adalah perayaan Cap Go Meh.
Seperti apa perayaannya?

Saksikan di episode Solo 60 Detik.

Ayo ke Solo!

Solo 24 Jam

0

Selain dikenal sebagai kota yang menyimpan semangat Jawa, Solo juga adalah kota yang tidak pernah tidur. Ungkapan tersebutlah yang membidani lahirnya Solo 24 Jam, sebuah video journey yang akan membahas tentang berbagai hal menarik di area Solo Raya.  

Di episode pertama Solo 24 Jam ini, kita akan berkeliling Solo dalam sebuah petualangan kuliner dan budaya. 

Pemberhentian pertama kami adalah di Car Free Day yang diadakan di jalan protokol Solo, jalan Slamet Riyadi. Car Free Day atau yang akrab disingkat dengan CFD sudah diberlakukan di Solo sejak tahun 2010 silam. Tiap Minggu pagi mulai jam 06.00 hingga jam 09.00, sepanjang jalan Slamet Riyadi berubah menjadi sebuah etalase publik yang mempertontonkan berbagai aksi unik dan menarik dari beragam elemen masyarakat. 

Selepas dari CFD, kami memutuskan untuk mengisi perut sebelum memulai aktivitas. Timlo Sastro di Pasar Gede dipilih menjadi tujuan. Kami sudah membayangkan seporsi Timlo komplit sejak pagi tadi. Pilihan yang tidak salah. Energi telah terisi, kini waktunya pindah tempat. Kami lantas beranjak ke Solo Utara, atau lebih tepatnya ke daerah Mojosongo.

Kami akan mengunjungi Taman Hutan Lemah Putih. THLP sendiri merupakan spot yang tergolong baru di Solo. Didirikan di tahun 2016, THLP menyediakan berbagai fasilitas seperti pendopo, guest house, panggung alam terbuka hingga area memanah. Kami sempat mempelajari sedikit soal sound healing bersama Galih Naga Seno dan mempraktekkan Hatha Yoga bareng Boby Setiawan sebelum menyaksikan tarian di panggung alam terbuka Mandala. THLP buka setiap hari mulai jam 8 pagi sampai 9 malam. Coba cek akun Instagram mereka di (at)tamanhutanlemahputih kalau kamu tertarik.

Sepulangnya dari THLP, perut kami menggeram. Timlo pagi tadi sudah amblas terkena cuaca sejuk Mojosongo. Saatnya kembali ke tengah kota untuk mengisi amunisi. Kali ini destinasi yang kami pilih adalah daerah Singosaren. Sate Kambing Pak Manto sudah memanggil. Seporsi Rica Tengkleng siap masuk ke dalam perut. Jika kamu tidak memiliki pantangan mengonsumsi kambing, Warung Sate Kambing Pak Manto is definitely the place to be! Jangan lupa cicipi menu sate bundel mereka.  

Oke, makan siang sudah. Kini saatnya kembali mengeluarkan tenaga. Olahraga air? Kenapa tidak? Umbul Ponggok, kami datang! Berlokasi di daerah Klaten, Umbul Ponggok, atau kerap disingkat Ponggok, adalah diving spot yang sudah populer. Ponggok kerap dikunjungi oleh mulai dari pengunjung biasa hingga pasangan pra-nikah yang ingin berfoto pre wedding bawah air. 

Dari kolam air dengan kedalaman 2,6 meter, kami pindah lokasi ke ketinggian 2.930 mdpl. Dari Umbul Ponggok ke Oemah Bamboo, dari Klaten ke Boyolali. Oemah Bamboe adalah destinasi baru di New Selo Boyolali, sekitar 45 menit berkendara dari kota Solo. Sesuai namanya, Omah Bamboo merupakan sebuah bangunan menara pandang yang terbuat sepenuhnya dari bambu.  

Sepulangnya dari Omah Bamboo, kami singgah sejenak di Omahe Wawin untuk melepas lelah. Bertempat di Utara kota Solo, Omahe Wawin adalah wedangan premium dengan konsep interior a la Bali. Sekali masuk ke dalam, kamu pasti akan merasa seperti berada di Ubud. 

Malam harinya, kami berkeliling kota. Mulai dari makan malam di warung Sri Rejeki sampai menonton pagelaran wayang orang di Gedung Wayang Orang Sriwedari sebelum menutup perjalanan ini di wedangan Pendopo. 

Segarnya Gempol Pleret Mangkuyudan Minuman yang melegenda

0

Banyak yang asing mendengar “Gempol Pleret” ya guys, sebenarnya “Gempol itu diambil dari kata jempol, karena pembuatannya pakai jari-jari tangan,” kata Suharto, salah seorang penjual.

Kalo Pleret merupakan isian minuman yang satu ini, pleret terbuat dari tepung beras yang dibuat adonan kemudian dibentuk menjadi lembaran tipis menyerupai kulit pangsit.

Gempol pleret, merupakan minuman yang kuahnya dari santan gurih dengan gula jawa cair. Isian dari minuman ini berupa gempol yang memiliki rasa gurih, dan pleret yang rasanya manis. Gempol dan pleret sama-sama terbuat dari tepung beras yang digiling cukup halus, namun prosesnya agak berbeda.

gempol_pleret_1

Untuk membuat gempol, tepung beras direndam terlebih dahulu, kemudian dikepel atau dibentuk bulat-bulat kecil lalu dikukus. Sedangkan pleret sama-sama dikukus namun kembali diproses, dibentuk dengan cara dipleret atau dipelintir, lalu diberi pemanis gula Jawa.

gempol_pleret_3 gempol_pleret_4 gempol_pleret_5

Alamat :

Warung Pak Suharto Jalan Dr. Wahidin No. 34 Laweyan, Surakarta

Utara SD Takmirul Surakarta, di tepi sungai kecil, di sebelah utara Masjid Tegalsari

Buka pukul 09.30 WIB hingga 16.30

Harga satu porsi gempol pleret Rp 5.000

 

Nikmatnya Tengkleng Mba Diah Langganan Presiden RI

0

Kalo ke Solo kamu wajib nyobain kuliner khas yang satu ini, Tengkleng Mbak Diah memang tersohor akan kelezatannya. Rasa daging dan jeroan sangat empuk, kuahnya memiliki cita rasa ringan, juga tak memiliki sensasi bau seperti kebanyakan olahan daging kambing.

tengkleng_mba_diah_2

Menikmati tengkleng mbak Diah sebaiknya anda menyeruput kuahnya terlebih dulu, baru makan dagingnya.Selain kuahnya yang spesial, ukuran potongan dagingnya tak tanggung tanggung.

Tengkleng yang biasanya di dominasi oleh tulang dan sedikit daging, di sini sebaliknya. Lebih banyak daging dan sebagian lain jeroan kambing. Dengan memesan 1 porsi tengkleng di sini, anda akan menikmati daging dan jeroan yang melimpah.

Harga seporsi Tengkleng Mbak Diah adalah Rp 25.000. Jika ingin isian istimewa atau pesanan khusus harganya Rp 75.000.

tengkleng_mba_diah_3 tengkleng_mba_diah_4

Lokasi :

+- 50 meter dari Bundaran Patung Ir. Soekarno, tepatnya di di bunderan Tanjung Anom Grogol Sukoharjo tepatnya di Jl. Yos Sudarso Perbatasan Solo – Sukoharjo.

Buka setiap hari

9.00 – 21.00

Leker Gajahan Enak dan Kriuknya Tiada Duanya

0

Kue Leker memang bikin baper ya guys, ahahaha selain rasa manisnya isiannya, renyahnya kulit leker itu bikin kangen terus. Sekarang gak cuman pisang, meises aja, ada Kejunya jugak, oooh enaaak. Bayangin, kejunya meleleh didalem, dimakan pas anget anget oogh nikmatnya.

leker_2

leker_3

Salah satu Kuliner Tradisional Solo ini WAJIB BANGET dicoba kalo pembaca lagi berkunjung ke solo. Tempatnya sederhana dan mudah sekali ditemukan. Untuk dine in 2-3 potong disediakan tempat duduk ala kadarnya sekitar 5-7 kursi.

leker_4

KUE LEKER GAJAHAN BP. FATHONI

Lokasi : Jl. Padmonegoro, Gajahan-Solo

Operasional : Buka mulai jam 09:00

Harga : 5000 – 8000

Most popular

Kuliner di Solo: Lezatnya Steak Jawa ala Harjo Bestik

Makan malam hari ini dimana ya enaknya? Quality time dengan keluarga sambil santap makan bestik, steak khas Jawa yang legendaris di kota Solo. Warung...