Home Blog Page 13

Festival Jenang Solo: Acara Tahunan HUT Kota Solo #Part 1

0

Festival Jenang Solo adalah acara tahunan yang diselenggarakan dalam rangka Ulang Tahun kota Solo.

Tahun ini, Festival Jenang diselenggarakan di area Ngarsopuro dan diadakan dua kali, yang pertama pada tanggal 12 Februari 2017 dan puncaknya di tanggal 17 Februari 2017.

Nasi Pecel Bongko Mbok Sinem: Ringan di Kantong, Kenyang di Perut

0

Bagi anda yang ingin menikmati kuliner murah meriah tapi tetap mengenyangkan, bisa mencoba Nasi Pecel Bongko Mbok Sinem ini. Yang membedakan nasi pecel satu ini dengan Nasi Pecel Madiun adalah kombinasi Pecel dan Bongko yang disajikan dalam satu porsi.

Pecel terbuat dari kacang panjang, sayur mbayung, mingkir & kecambah yang disiram dengan sambal kacang. Sedangkan Bongko terbuat dari parutan kelapa dan tumbukan kacang tholo yang dimasak menjadi lembut. Kombinasi pedasnya cita rasa sambal kacang dan lembutnya bongko inilah yang menjadi ciri khas Nasi Pecel Bongko Mbok Sinem. Aneka gorengan seperti tahu, tempe, remepala dan ati juga menjadi pelengkap nikmatnya kuliner Solo yang satu ini.

whatsapp-image-2017-02-27-at-19-44-52

Nasi Pecel Bongko Mbok Sinem ini sudah melegenda sejak tahun 1970. Jika anda ingin mencicipi keunikan kuliner Solo yang satu ini bisa langsung mampir ke Warung Makan Pecel Bongko Mbok Sinem di Jalan Wonogiri – Sukoharjo, Begajah Sukoharjo. Ayo ke Solo!

whatsapp-image-2017-02-27-at-19-44-51

Red Batik Solo Community: Merubah Bahan Pasar Tradisional menjadi Kostum Karnaval yang Menawan

0

Solo Red Batik Community adalah komunitas pembuat kostum karnaval yang ada di Solo. Komunitas ini sudah ada sejak tahun 2010. Solo Red Batik sering mengadakan workshop pembuatan kostum karnaval bertemakan adat Jawa. Hasil kostum tersebut biasa dipamerkan di acara karnaval di Solo maupun Luar kota Solo.

Red Batik Solo Community: Merubah Bahan Pasar Tradisional menjadi Kostum Karnaval yang menawan.

0

Red Batik Solo Community adalah komunitas pembuat kostum karnaval yang ada di Solo.

rb_2

Nama RED Batik sendiri berasal dari singkatan Rekso Estining Dumadi yang dalam bahasa Jawa artinya merawat bumi dan kehidupan. Jadi filosofi dari Red Batik adalah merawat dan melestarikan kehidupan di bumi seperti bahan tradisional pasar melalui kreasi seni yang dijadikan kostum karnaval. Bahan tradisional yang biasanya digunakan sebagain bahan kostum karnaval adalah bambu dan rotan. Melalui tangan-tangan kreatif Red Batik Solo Community, bambu dan rotan tersebut bisa menjadi kostum karnaval yang apik dan unik.

Red Batik Solo Community sering mengadakan workshop pembuatan kostum karnaval bertemakan adat Jawa. Hasil kostum tersebut biasa dipamerkan di acara karnaval di Solo maupun Luar kota Solo. Red Batik Solo Community juga tak jarang berpartisipasi dalam karnaval mancanegara, seperti Parade through Macao Latin City 2014 & Borsang Umbrella Festival di Chiangmai Thailand 2017

rb_4

Bagi anda yang ingin mempelajari lebih lanjut tentang pembuatan kostum karnaval bisa datang langsung ke kantor Red Batik Solo Community di Jl. Jawa 18, Timuran, Surakarta 57131.

Photo Source: http://www.redbatiksolo.wordpress.com

Solo Last Friday Ride: Komunitas Gowes Di Solo Yang Peduli Lingkungan

0

Kalo di Jakarta ada Jakarta Bike to Work atau Jakarta Ride Weekend dan di Yogyakarta ada Jogja Last Friday maka di Solo ada Solo Last Friday Night. Solo Last Friday Night (LSFR) adalah komunitas sepeda yang rutin bersepeda bersama setiap Jumat Malam di pekan terakhir setiap bulan.

Komunitas ini terbentuk di Solo sejak tahun 2010. Tujuan dibentuknya komunitas ini adalah untuk membiasakan budaya bersepeda ke masyarakat Solo. Dengan bersepeda kita juga turut mengurangi polusi dan menjaga lingkungan. Hinggi kini sudah ada sekitar 9.000 orang yang tergabung menjadi member Solo Last Friday Ride. 

Bagi anda yang hobi gowes atau sekedar ingin menikmati suasana kota Solo di malam hari bisa bergabung di Komunitas Solo Last Friday Ride ini. Selain bisa menikmati keindahan malam kota Solo anda juga turut berpartisipasi mengurangi jumlah penggunaan kendaraan bermotor di kota Solo.

Sego Jagung: Kuliner Khas Boyolali yang Tak Lekang oleh Zaman

0

Pernah nyobain sego jagung?
Konon, ketika dahulu sulit untuk mendapatkan beras, masyarakat menggunakan jagung sebagai bahan pengganti beras. Nasi Jagung juga kaya akan karbohidrat.

sego-jagung-1

Hingga kini, nasi jagung masih dikonsumsi oleh sebagian masyarakat, termasuk masyarakat Boyolali. Di Desa Sumbung, Cepogo, Boyolali mayoritas masyarakat desanya masih mengkonsumsi Sego Jagung. Bahkan banyak Home Stay di desa tersebut menjadikan Sego Jagung sebagai menu andalan untuk menjamu tamu yang berwisata di daerah kaki Gunung Merapi. Salah satunya adalah “Home Stay Omah Watu” milik Pak Sitosi. Home Stay milik Pak Sitosi ini menawarkan menu Sego Jagung Paket Keluarga yang cukup untuk 5-15 porsi dengan harga kisaran Rp 50.000 – Rp 100.000.

sego-jagung-4

Bagi anda yang ingin berlibur di sekitar kaki Gunung Merapi, bisa mampir ke Desa Sumbung, Cepogo, Boyolali dan mencicipi Sego Jagung ini.

Ayo Dolan Solo!

 

Candi Lawang: Pesona Peninggalan Sejarah Kerajaan Mataram di Kota Solo

0

Boyolali, kota yang terletak di sebelah barat kota Solo ini tak hanya terkenal dengan Susu Sapi nya saja loh. Ada banyak tempat-tempat bersejarah yang bisa dikunjungi, salah satunya Candi Lawang.

Candi Lawang terletak di Desa Gedangan, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali. Candi Lawang adalah salah satu candi peninggalan kerajaan Mataran Hindu. Diperkirakan periodesasi candi ini sekitar 750 M – 800 M. Struktur bangunan dari Candi Lawang ini juga menyerupai Candi Prambanan yang ada di Jogja. Candi Lawang pertama kali ditemukan oleh seorang arkeolog Belanda pada tahun 1972.

candi-lawang-4

Ada 5 struktur bangunan yang ada di Candi Lawang: Candi Induk, Candi Prawira I, Candi Prawira II, Candi Prawira III dan Candi Prawira IV. Candi Induk tersebut masih tampak utuh hingga kini, mulai dari batur, kaki candi dan pintu, namun tanpa atap. Ada juga Yoni (tanpa lingga) yang mengeluarkan rembesan air dari lubang Yoni-nya. Sedangkan Candi-candi Prawira di kompleks Candi Lawang hanya menyisakan atap candi saja sehingga sampai sekarang belum dilanjutkan pemugarannya dan tumpukan batunya dibiarkan dalam kelompoknya masing-masing. Disebut Candi Lawang karena ada sebuah pintu besar yang ada di Candi Induk. Dalam bahasa jawa, “lawang” berarti pintu. Masyarakat sekitar pun menamakan candi tersebut sebagai Candi Lawang.

candi-lawang-2

Hawa sejuk yang ada di daerah Cepogo semakin menambah keelokan Candi Lawang.
Buat kamu yang suka explore tempat-tempat bersejarah, harus coba datengin Candi Lawang nih. Recommeded banget nih!

candi-lawang-5

Cintai dan lestarikan budaya Indonesia.
Ayo ke Solo!

Sedapnya Kuah Kecap Tahu Kupat Pak Gombloh

0

Tahu Kupat merupakan salah satu makanan khas kota Solo. Tahu kupat terbuat dari tahu yang dipotong berbentuk dadu kecil-kecil, dipadu dengan ketupat, bakwan, mie kuning dan tauge yang disiram dengan kuah air bawang putih plus kecap manis kental.

tahu-kupat-pak-gombloh-3

Salah satu Tahu Kupat yang terkenal di kota Solo adalah Tahu Kupat Pak Gombloh yang terletak di Jalan Perintis Kemerdekaan no. 62 Solo. Warung ini sudah berdiri sejak 1973. Cita rasa kuah kecapnya yang khas membuat warung makan ini selalu ramai dikunjungi oleh masyarakat Solo. Bahkan banyak wisatawan dari luar daerah Solo yang berkunjung ke Solo karena ingin mencicipi kuliner Khas Solo yang satu ini. Seporsi Tahu Kupat Pak Gombloh dibandrol dengan harga Rp 6.500 saja loh. Wow Murah Banget!

tahu-kupat-pak-gombloh-2

So, buat kamu yang mau jalan-jalan ke Solo wajib banget buat ngicipin Tahu Kupat Pak Gombloh. Ayo ke Solo!

 

Pasar Ngarsopuro

0

Dulu, Pasar Triwindu adalah salah satu landmark Solo yang paling terkenal. Kini, Triwindu telah berganti nama menjadi Ngarsopuro.

Meski sudah berganti nama, Ngarsopuro masih menyimpan banyak hal menarik. Salah satunya adalah tumpukan barang antik yang dijual di sana. Jika cukup jeli dan beruntung, kamu bisa mendapatkan banyak barang antik dengan harga yang masuk akal.

Jangan lupa ke Ngarsopuro jika kamu sedang di Solo.

Sate Pak Manto

0

Salah satu kuliner khas Solo adalah aneka olahan daging kambing. Mulai dari sate, sate buntel, tongseng hingga tengkleng. Di warung kambing Pak Manto, semua menu itu tersedia dengan harga ramah dan rasa luar biasa. Rekomendasi kami: sate buntel dan tengkleng.

Most popular