Lulu Kartika: Cewek asal Solo, Sosok Kartini Masa Kini melawan Vandalisme di Gunung

0
82

“Panggil saya Kartini saja—begitu nama saya. Kami orang Jawa tidak mempunyai nama keluarga. Kartini adalah nama keluarga dan sekaligus nama kecil saya. Dan mengenai kata Raden Ajeng, dua nama itu menyatakan gelar. Ketika saya memberikan alamat saya kepada Nyonya Van Wermeskerken, saya kan tidak hanya mengatakan Kartini saja. Hal itu pasti akan dianggap aneh di negeri Belanda. Dan menulis nona atau sejenis itu di depan nama, saya tidak berhak—saya hanya seorang Jawa.”
25 Mei 1899
Penggalan surat Kartini untuk sahabat penanya di Belanda, Estelle Zeehandelaar

 

Jika Kartini mahir dan fasih berbahasa Belanda dengan surat-surat yang dikirim untuk sahabat penanya Estelle Zeehandelaar, berbeda dengan Lulu Kartika sosok Kartini masa kini dari Solo, salah satu pejuang alam agar bersih dari vandalisme tangan-tangan tak bertanggungjawab.

Kamu perlu kenal dengan salah seorang dara cantik asli Sragen bernama Luluk Kartika. Kecintaan Lulu terhadap alam, membuatnya melakukan gerakan anti vandalisme bernama ‘Clean Art Vandalism on the Mountain’. Ringkasnya, Lulu yang hobi aktifitas outdoor terutama di gunung ini cukup gemas dengan sampah serta coretan-coretan di alam, baik di dinding-dinding batu gunung maupun di area perjalanan menuju puncak gunung.

profil-luluk-kartini-masa-kini

Bermula dari perjalanan pendakian pertamanya di gunung bersama teman-temannya, ia merasa prihatin melihat sampah berserakan di jalur pendakian maupun di puncak, begitu pula dengan aksi vandalisme di gunung. Berawal dari itu, ia menggagas sebuah gerakan yang diberi nama CAV OT Mountain atau Clean Art Vandalism on the Mountain. Ia ingin aktivitas pendakian gunungnya pun bermanfaat dalam menjaga dan memelihara alam.

lulu-7 

Gerakan CAV OT Mountain ini melakukan kegiatan utamanya yaitu bersih vandalisme (coretan) di gunung. Selain itu, kegiatan lainnya membersihkan gunung dari sampah serta menanam beberapa bibit pohon di beberapa titik jalur pendakian. Tercatat telah delapan kali pendakian gunung telah ia lakukan bersama tim CAV OT Mountain. Gunung Lawu, Merapi, Ungaran, Merbabu, Andong, dan rencana pendakian selanjutnya ke Gunung Sindoro. Berminat join, Guys?

lulu-6

Jika cuaca sedang tidak bersahabat, hujan sedikit menghalangi usaha tim CAV OT Mountain untuk membersihkan coretan di batu atau dinding gunung. Air hujan menghalangi remover yang digunakan untuk menghapus coretan.

lulu-2

Meski bukan tanpa hambatan, Lulu mengakui bahwa ia sempat mengalami kesulitan dalam pengadaan dana. Dirinya sempat memanfaatkan hobi melukisnya untuk mendukung aksi CAV OT Mountain. Lukisan sketsa wajah yang ia buat, mampu menarik perhatian kawan-kawannya untuk berdonasi untuk aksi CAV OT Mountain ini.

lulu-1

Tak salah kiranya jika kita menemukan semangat Kartini pada diri Lulu. Sosok Kartini masa kini yang mampu sinergikan kegiatan mencintai alam selaras dengan hobinya.

lulu-5

Kartini menjadi sumber inspirasi kaum perempuan negeri ini terutama emansipasi wanita di zamannya. Barangkali tidak banyak yang mengetahui kalau Kartini, tokoh emansipasi wanita Indonesia ini tidak hanya menulis surat-surat. Kartini juga menulis puisi, menulis catatan harian, melukis, membatik dan menghimpun dongeng dan nyanyian.

lulu-4

Begitu pula dengan Lulu Kartika, tak hanya paras yang menarik, kegemarannya berolahraga, bermain gitar, melukis, dan hiking tak menghalanginya untuk berprestasi. Lulu Kartika ini terpilih menjadi Duta Wisata Sragen di tahun 2015. Ia yang kini bekerja sebagai staf salah satu bank di Solo ini pun telah menyelesaikan studinya di Pendidikan Guru Sekolah Dasar pada salah satu universitas swasta di Solo. Akademik oke, karir oke, hobi pun tetap jalan beriringan. Masih peduli dengan alam sekitar pula. Mantep to?

Hobinya mendaki gunung dengan aksi bersih vandalisme tak jarang masih menghadirkan cibiran dari beberapa orang yang menganggap kegiatannya sia-sia. Bagi Lulu, ia akan tetap melakukan hobi yang identik dengan kegiatan pria di outdoor bersama dengan teman-teman pendaki lainnya.

Ia berharap akan lebih banyak lagi CAV ot Mountain yang mau peduli dengan kebersihan dan kelestarian alam tidak hanya dari Sragen saja, namun dari meluas di berbagai daerah.

Hayo, siapa yang suka corat-coret di batu-batu saat mendaki gunung, ngaku? Urusan sama mbak Lulu lho! Karena bagi Lulu, “Yang perlu dihargai bukan hanya manusia, tapi alam dan juga isinya.”

Di hari peringatan lahirnya Kartini, sang pejuang emansipasi wanita negeri ini laiknya tak hanya dimaknai sebagai hari memakai sanggul dan kebaya semata. Belajar dari Lulu Kartika bahwa “Wanita itu tidak hanya sebagai obyek, namun juga menjadi subyek. Tidak ada larangan wanita itu berekspresi, berkarya dan bisa menjadi inspirasi.”

Sumber foto: Dok. CAV OT Mountain & Escapade Qube Ultra 7

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here