Kuliner Solo: Cari yang Anget-Anget di Solo? Mampir Dulu ke Wedangan Sekitaran Solo

0
1

Kuliner malam di Kota Solo? Siapa takut… Ada yang seru dan bisa Wanderers lakukan di Solo yakni keliling saat malam guna mencari kuliner. Dijamin deh bakalan bingung namun terpuaskan sebab banyak sekali makanan yang bisa kamu rasakan. Apa saja? Sebut saja makanan seafood, bakmi goreng, bakmi rebus, nasi goreng, sate ayam keliling, nasi liwet, nasi gudeg dan sebagainya. Eittss ada yang ketinggalan dan paling penting yaitu di Wedangan atau nama lain dari angkringan, ada juga yang menyebutnya Hik.

Kalau begitu gimana kalau kita cari tahu wedangan lebih jauh. Bukan mencari tahu di wedangan sih tetapi menggali informasi tentang wedangan di Solo maksudnya Wanderers.

Hik ada kepanjangan dari Hidangan Istimewa ala Kampung berasal dari bahasa Jawa yakni Angkringan memiliki arti alat dan tempat jual makanan keliling yang bentuk pikulannya melengkung keatas. Beraneka macam makanan dan minuman tersedia. Seiring dengan berkembangnya era globalisasi mereka pelaku angkringan bertransformasi juga dengan menggunakan gerobak beroda agar mudah didorong serta di atas gerobak tersedia aneka jajanan ala kampung.

Saat berhenti/mangkal di suatu tempat di atas gerobak biasanya ditutupi terpal biru serta di depan gerobak disediakan kursi untuk pembeli yang biasa nangkring di atas kursi sambil menikmati hidangan ala kampung di antaranya: nasi kucing (nasi dengan porsi sedikit yang diberi secuil daging bandeng dan sambal), gorengan (tahu, tempe, bakwan, dll), sate usus, sate telur, sate kulit, keripik dan lain-lain. Selain makanan terdapat juga minuman antara lain; teh, jeruk, kopi, tape, wedang jahe, dan susu bisa es atau panas.

Namanya juga hidangan istimewa ala kampung harga yang diberikan pun sesuai dengan kantong warga kampung alias murah meriah. Pelanggan yang datang ke angkringan juga bervariasi dari berbagai kalangan mulai dari kalangan menengah ke bawah sampai kalangan menengah ke atas. Selain harganya yang relatif murah pelanggan/pembeli juga bisa mengobrol sampai larut malam sebab jam operasional wedangan di Solo umumnya sore.

Wedangan merupakan tempat egaliter di mana pembelinya bervariasi tanpa membedakan strata sosial atau SARA. Di situlah semua bekumpul menikmati makan minum serta obrolan banyak hal. Oiya dulu yang sering memenuhi wedangan adalah kaum adam sekarang banyak ciwi-ciwi yang ikut nimbrung di dalamnya.

Wedangan yang recommended untuk para Wanderers di Solo di antaranya ada Wedangan Omah Lawas teletak di Jalan Dokter Soepomo No.55, Turisari, Banjarsari, Mangkubumen, Banjarsari, Solo, Jawa Tengah 57139. Wedangan Radjiman di Jl. Perintis Kemerdekaan No.61, Bumi, Laweyan, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57147. Wedangan Bung Klithik yang buka 24 jam non stop terletak di Jl. MT Haryono No.55, Manahan, Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57139.

Wedangan mengepakkan sayap sebagai mata pencaharian demi mengurang kemiskinan di Solo selain itu uga wedangan turut andil serta sebagai unggulan kuliner di Solo. Kehadirannya memberikan warna mulai dari monokrom sampai warna-warni di Solo, mau ikut menjadi bagian warna tersebut. Kapan Kita Wedangan bareng sembari menyeduh wedang jahe beralas tikar?

Ayo Ke Solo!!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here