Kampung Wayang: Desa Wisata Edukasi dan Budaya di Solo

0
196

Mau tahu rekomendasi wisata edukasi yang cocok buat keluarga dan teman-teman di kota Solo? Wisata sekaligus mengenal budaya Indonesia, khususnya tentang wayang. Simak ulasannya berikut.

Jika biasanya, wayang bisa dinikmati dengan menyaksikan pertunjukan semalam suntuk di berbagai perhelatan acara besar. Tidak dengan Kampung Wayang ini. Dolan ke Kampung Wayang, Kepuhsari, Manyaran, Wonogiri ini bisa membuat kita merasakan atmosfer yang begitu kuat dalam melestarikan budaya Jawa. Dolan ke Desa Wisata Kampung Wayang kita bisa menemukan masyarakat yang begitu mencintai kebudayaannya sendiri, budaya Indonesia. Di sini, kita dapat berkunjung dan mengetahui cara pembuatan wayang kulit lho. Penasaran Kampung Wayang di Wonogiri ini seperti apa? Tim Wonderful Solo membagi cerita dolan ke Kampung Wayang nih.

Siang hari yang terik, tim Wonderful Solo dolan menuju ke daerah Wonogiri. Wonogiri yang dimaksud tidak terlalu jauh dari perbatasan Sukoharjo, selatan Solo. Memilih jalur Tawangsari menuju Manyaran, kami menempuh perjalanan berkelok-kelok di pedesaan melewati persawahan Sukoharjo. Sepanjang perjalanan, disuguhi pemandangan area sungai-sungai yang masih sangat asri khas pedesaan. Benar-benar memanjakan mata. Meski terik, namun setelah hampir sampai justru kami mendapati suasana sejuk, sepoi-sepoi dan cerah di Manyaran. Sesampainya di Desa Kepuhsari, terdapat gapura bertuliskan Desa Kepuhsari, Manyaran. Pertanda kami sudah dekat dengan Kampung Wayang atau Wayang Village. 

Wilayah perbukitan dengan hamparan sawah hijau dilengkapi air terjun musiman ini tak jauh dari Solo. Cuaca sejuk kala musim hujan, dan cerah di saat musim panas. Jarak tempuh sekitar 1—2 jam, tepatnya di Desa Kepuhsari, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, Indonesia.

Di Kepuhsari ini terdapat salah satu desa yang asyik untuk menjadi alternatif wisata edukasi bersama keluarga dan kerabat, yaitu Kampung Wayang, Kepuhsari, Manyaran. Suasana pedesaan yang asri, hijau dan sejuk sangat menyenangkan untuk dikunjungi. Terlebih lagi, di Desa ini merupakan desa penghasil wayang yang cukup massif dan produktif. Masyarakat desa ini pun menyadari potensi desanya dalam pembuatan wayang, maka dibentuklah Kampung Wayang atau Wayang Village.

Beberapa rumah asli limasan khas tradisional Jawa Tengah terdapat banyak berjajar di sepanjang kampung. Sungguh pemandangan yang asyik untuk melepas penat dari hiruk pikuk kota besar. Rumah-rumah limasan di Kampung Wayang ini pun beberapa dijadikan guest house. Wisatawan dapat menginap di rumah-rumah warga yang juga merupakan guest house. 

Selain itu, wisatawan atau pengunjung dapat menikmati sepoi-sepoi angin di halaman rumah limasan dengan menikmati sajian kuliner khas Wonogiri. Di antaranya adalah Thiwul, makanan berbahan dasar singkong. Ada pula, tempe benguk makanan sehat berbahan dasar benguk, atau yang biasa digunakan sebagai pengganti kedelai. Selain makanan terdapat pula jamu, minuman sehat berbahan dasar rempah-rempah.

Selain menikmati bermalam di suasana desa, kita dapat menyaksikan proses pembuatan wayang kulit, pertunjukan wayang kulit, workshop pembuatan wayang, display galeri wayang, aneka kerajinan yang dihasilkan di kawasan Manyaran. Bagi wisata keluarga pun, anak-anak akan bebas berekplorasi tentang alam pedesaan, berlari-lari di halaman yang sejuk, sekaligus bisa belajar mengenal kebudayaan asli Indonesia, yaitu wayang.

Kegiatan seperti melihat proses pembuatan wayang, mengenal kisah filosofi wayang dan cerita di balik tiap kisah tokoh wayang. Belajar meneladani karakter baik dan buruk, kebaikan melawan kejahatan, loyalitas dan dedikasi, dan masih banyak hal lagi yang bisa didapatkan dari wisata edukasi serta budaya di Kampung Wayang ini.

Wayang yang dibuat di Kampung Wayang Kepuhsari Manyaran ini tersohor karena kualitasnya. Kerapian, kehalusan, dan keindahan wayang buatan Kampung Wayang ini tidak dilewatkan oleh dalang-dalang hebat sekelas Ki Mantep dan banyak lagi dalang lain yang mengambil wayang dari Kampung Wayang Kepuhsari. Kampung Wayang memiliki peran penting dalam kelestarian seni Wayang Kulit.

Wayang kulit sejak abad pertama telah digunakan sebagai sarana penyebaran agama di Indonesia. Kini kesenian wayang kulit tetap digemari karena setiap karakter dan cerita penuh dengan makna filosofis mendalam yang cocok diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai wayang kulit telah merasuk dalam kehidupan warga Desa Kepuhsari. Penduduk Desa Kepuhsari telah membuat wayang kulit secara turun temurun. Hasil karyanya sangat halus dengan ukiran yang rumit dan warna warni yang cantik.

Dalam pembuatan wayang terdapat beberapa tahap. Ketelitian, kecermatan dan kesabaran sangat dibutuhkan dalam mencipta wayang kulit. Dari mulai nyorek, ngeblak, tatah, sungging, dan gapit. Mengintip pembuatannya, terdapat beberapa alat dan bahan dalam membuat wayang. Ada alat tatah bahan kulit, menggambar pola di kulit, tahap memahat yang detail, semua dilakukan oleh masyarakat pembuat wayang yang berada di Kampung Wayang ini dengan ketelitian tinggi dan juga kecintaan terhadap budaya sendiri.

Wayang, seni bertutur lisan ini merupakan pertunjukan di masyarakat yang telah turun temurun. UNESCO menetapkan wayang sebagai warisan mahakarya dunia yang tak ternilai dalam seni bertutur (Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity) pada 7 November 2003.

Generasi muda pun tidak luput berperan dalam melestarikan (nguri-uri) budaya Indonesia. Dengan berwisata ke Kampung Wayang, kita pun dapat belajar mencintai kekayaan alam dan budaya Indonesia yang menjadi pesona di kawasan Kepuhsari, Manyaran, Wonogiri.

Mau tahu lebih lanjut keseruan jalan-jalan ke Desa Wisata Kampung Wayang Kepuhsari, Manyaran? Ayo ke Solo aja!

Wonderful Solo, Ayo ke Solo!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here