Endah Laras Penyanyi asal Solo: ‘Nglaras’ dengan Musik Surgawi ala Keroncong

0
48

Sudah kenal mbak Endah Laras? Kenal dong. Penyanyi asal Solo yang penampilannya di panggung nggak lepas dari kebaya, sanggul, dan ukulele (gitar kecil). Belum lagi mbak Endah Laras ini lemu ginuk-ginuk dengan suara yang mendayu-dayu, kepenak unine. Nikmat plus nglaras tenan ndengerinnya.

Terlahir sebagai warga Solo yang merantau ketika SMP dan SMA, membuat Endah Laras memiliki beragam etnis kawan-kawan sepermainannya. Tentu saja hal ini makin menumbuhkan kecintaannya terhadap seni tradisi Jawa.

Kiprahnya di bidang tarik suara, bermula dari darah seni yang lekat di keluarganya. Lahir di Sukoharjo, 3 Agustus 1976 dari seorang dalang, ayah, Sri Djoko Raharjo, dan ibunya, Sri Maryati seorang penari. Kesenian tradisi terutama karawitan Jawa sudah diajarkan kedua orang tuanya sejak kecil.

Sepulang dari Jakarta ke Solo, di tahun 1995, Endah Laras mulai jatuh hati dengan keroncong. Aura positif alunan musik keroncong memberinya kedamaian, ketentraman, dan ketenangan. Lewat Orkes Keroncong (OK) Purnama Karya, Endah Laras mulai mengenal keroncong.

Meski di OK Purnama Karya lebih banyak musisi yang sepuh-sepuh, Endah merasa diberi ruang untuk berlatih keroncong. Langgam Jawa sebagai basic musikalitasnya, membawanya mempelajari keroncong asli, stambul, dan langgam jenaka.

Keroncong itu musik surgawi”, sambil tertawa renyah Endah Laras meminta untuk mengamini apa yang ia rasakan tentang musik keroncong. Endah Laras yang juga tampil sebagai salah satu pengisi acara Solo Keroncong Festival 2017 ini punya cerita tersendiri tentang musik keroncong dan juga sang maestro keroncong Waldjinah.

Ia terkesan dengan energi dalam bermusik keroncong Waldjinah yang luar biasa. Bahkan di salah satu kesempatan Endah Laras ketika tampil mengenakan sanggul untuk bernyanyi keroncong, Waldjinah membantunya membetulkan tusuk konde Endah Laras yang nampak agak miring. “Reneo, nduk! Tak benakke tusuk kondemu, tak benakke lendangmu.” Sikap welcome Waldjinah yang membuat Endah pun mendukungnya untuk lebih mempelajari keroncong di usianya yang masih lulus dari bangku SMA.

       

Sedari kecil, Endah telah menjuarai beberapa kompetisi menari dan menyanyi. Tak henti belajar teknik menyanyi, melintas batas tanpa meninggalkan identitas Jawa-nya, membuat kakak Sruti Respati ini mempunyai tempat di hati penikmat seni Indonesia, terutama keroncong.

“Keroncong Gemes”, “Lelo Ledhung”, “Aja Kanda Sapa-Sapa”, “Gajah Lampung”, dan “Keroncongkoe” adalah deretan album yang berhasil ia lahirkan. Berkolaborasi dengan berbagai komposer, dalang, koreografer, bahkan sutradara dari lintas seni dan generasi, membuat eksistensi Endah Laras makin mumpuni. Jam terbang dan kemampuannya tak diragukan sebagai musisi kebanggaan Solo, khususnya musik keroncong.

Sukses selalu mbak Endah Laras, semoga harapannya untuk mendidik generasi muda untuk mencintai musik keroncong, terutama di Ndalem Kaendahan, tercapai dan berjalan lancar.

Selengkapnya di Video Profil Endah Laras

Buat para pembaca Wonderful Solo, kemarin ketinggalan nonton Solo Keroncong Festival nggak? Ada penampilan mbak Endah Laras juga lho.

Solo Keroncong Festival (SKF) 2017 sukses dihelat di Benteng Vastenberg, 21-22 Juli 2017 lalu. SKF 2017 dimeriahkan oleh sembilan grup orkes keroncong dari berbagai daerah, antara lain Orkes Keroncong Pempek (Kediri), Orkes Keroncong Ranisinar (Bandung), Orkes Keroncong Smk Sultan Ibrahim Johor Baru Malaysia, Orkes Keroncong Marlubu (Malang) dan Orkes Keroncong SKF ’17. Sejumlah musisi keroncong kondang yang turut hadir yaitu Hj. Waldjinah, Yatie Pesek, Endah Laras, Sruti Respati, Iin Indriani, Bambang Heri dan Singgih Sanjaya.

Yang belum bisa nonton kemarin, buat tombo gelo, bisa cek video liputannya di Wonderful Solo Youtube. 

Wonderful Solo, Ayo ke Solo!

Sumber Foto (Koleksi pribadi www.endahlaras.com dan instagram @endahlaras_ )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here